Tax Amnesty Disambut Positif, Rupiah Berotot ke Rp14.252 per Dolar AS

Selasa, 05 Oktober 2021 - 17:02 WIB
loading...
Tax Amnesty Disambut...
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini ditutup menguat. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini ditutup menguat 14 poin di level Rp14.252 per dolar AS. Penguatan mata uang garuda dipicu oleh sentimen positif pasar terhadap program tax amnesty jilid II.

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi, pada kondisi pandemi Covid-19 ini salah satu pemasukan negara yang cukup besar adalah dari pengampunan pajak atau tax amnesty yang akan digulirkan per 1 Januari 2022. Program ini pun ini disambut baik pengusaha maupun pemerintah.

Baca juga: NIK Dijadikan NPWP, Stafsus Menkeu Bantah Penduduk Usia 17 Langsung Dipajaki

“Tax amnesty tahap kedua ini merupakan lanjutan dari tax amnesty tahap pertama yang pelaksanaanya disambut positif oleh para pengusaha dan pemerintah karena masih banyak pengusaha baik di kota-kota besar maupun kota-kota kecil di 34 provinsi yang belum mendaftarkan harta kekayaannya,” kata Ibrahim dalam keterangan tertulis, Selasa (5/10/2021).

Dia melanjutkan, faktor lain yang mendorong menguatnya nilai tukar rupiah pada sore ini yakni pengumuman resmi pemerintah atas Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang diperpanjang hingga 18 Oktober 2021.

“Pada periode PPKM kali ini, masih sama dengan dua pekan sebelumnya, per 4 Oktober juga tidak ada wilayah di Jawa-Bali yang menerapkan PPKM Level 4,” urainya.

Baca juga: Tempat Fitness Boleh Buka dengan Kapasitas 25%, Simak Aturan Lengkapnya!

Kemudian, kata dia, pemerintah juga tetap mengingatkan masyarakat agar tetap menjaga protokol kesehatan dengan terus memakai masker. Masyarakat pun dihimbau untuk tidak terlalu senang dan euforia berlebihan atas penurunan kasus Covid-19.

Lebih lanjut, untuk perdagangan besok, Ibrahim memprediksi mata uang rupiah dibuka berfluktuatif namun ditutup menguat pada rentang Rp14.240 – Rp14.270 per dolar AS.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Terus Melemah,...
Rupiah Terus Melemah, BI Keluarkan Lima Jurus Tambahan
Akar Pelemahan Rupiah...
Akar Pelemahan Rupiah Dibeberkan Chatib Basri, Kredibilitas Fiskal Jadi Kunci
Darurat Rupiah, BI Kembali...
Darurat Rupiah, BI Kembali Kerek Suku Bunga Acuan Jadi 5,50% dan Rilis 4 Operasi Moneter
Kenaikan Kurs Dolar...
Kenaikan Kurs Dolar dan Harga Energi Hantam Industri Galangan Kapal Nasional
Rekor Terburuk Lagi,...
Rekor Terburuk Lagi, Rupiah Tembus Rp18.187 per Dolar AS Sore Ini
Dipakai Bayar Utang...
Dipakai Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Mei 2026 Ambles ke USD144,9 Miliar
Istana Terima Tuntutan...
Istana Terima Tuntutan BEM SI Jateng Soal Kuatkan Rupiah, tapi...
Rupiah Tembus Rp18.000...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar, Baskara Putra Mengeluh Harga Alat Musik Naik
The Changcuters Bakal...
The Changcuters Bakal Naikkan Tarif Manggung Imbas Ekonomi Lesu?
Rekomendasi
Terungkap! 3 Modus Propaganda...
Terungkap! 3 Modus Propaganda Disintegrasi yang Membonceng Film Pesta Babi
Nama Raffi Ahmad Terseret...
Nama Raffi Ahmad Terseret Isu Suap Bea Cukai, Hotman Paris: Bawa Buktimu!
Parah, FIFA Angkat Tangan...
Parah, FIFA Angkat Tangan Biarkan Wasit Resmi Piala Dunia 2026 Ditolak Masuk AS
Berita Terkini
Rupiah Terus Melemah,...
Rupiah Terus Melemah, BI Keluarkan Lima Jurus Tambahan
Prabowo Panggil Chatib...
Prabowo Panggil Chatib Basri ke Istana, Ada Apa?
Akar Pelemahan Rupiah...
Akar Pelemahan Rupiah Dibeberkan Chatib Basri, Kredibilitas Fiskal Jadi Kunci
Purbaya: Kebijakan Fiskal...
Purbaya: Kebijakan Fiskal 2027 Diarahkan Dorong Ekonomi Makin Tinggi, Rakyat Sejahtera Lebih Cepat
Anggaran Sekolah Rakyat...
Anggaran Sekolah Rakyat di Jember Tembus Rp221 Miliar, Punya Lapangan Bola Standar FIFA
Darurat Rupiah, BI Kembali...
Darurat Rupiah, BI Kembali Kerek Suku Bunga Acuan Jadi 5,50% dan Rilis 4 Operasi Moneter
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved