Pernyataan Putin Bikin Harga Minyak Mereda Sejenak

Kamis, 07 Oktober 2021 - 11:49 WIB
loading...
Pernyataan Putin Bikin...
Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan ada kenaikan volume gas alam di negaranya. Foto/Dok Reuters
A A A
JAKARTA - Harga minyak mentah dunia yang kemarin sempat mencatat rekor mulai menunjukkan penurunan pada Kamis (7/10/2021) pagi. Tekanan datang dari rilis stok minyak mentah Amerika Serikat (AS) dan kabar dari Rusia yang ingin membuka keran pasokannya ke Eropa untuk mengatasi gejolak krisis energi.

Minyak mentah AS tercatat turun -0,43% atau 33 sen menjadi USD77,10 per barel setelah sempat naik pada Rabu menjadi USD79,78 atau tertinggi sejak November 2014. Sedangkan minyak mentah Brent turun 2 sen menjadi USD81,06 per barel.

Baca juga: Harga Minyak Mentah Tembus Rekor Baru, Brent Sentuh USD82,77

Data dari biro Administrasi dan Informasi Energi (EIA) AS mencatat peningkatan persediaan sejumlah 2,3 juta barel pada pekan lalu. Persediaan bensin juga dilaporkan ikut meningkat sekitar 3,3 juta barel. Sedangkan persediaan sulingan turun 396.000 barel.

Sementara kabar dari Rusia sedikit membuat reda pasar energi. Dalam pidatonya, Presiden Vladimir Putin mengatakan ada kenaikan volume gas alam di Negeri Beruang Merah yang bakal diekspor ke Eropa tahun ini. Pernyataan ini sontak membuat harga minyak turun sementara, kendati peluang naik kembali masih terbuka lebar.

Baca juga: Siapa di Balik Geger Pandora Papers?

"Harga energi yang masih tinggi sebagian besar terjadi karena ada masalah di sisi penawaran dan sepertinya tidak akan bertahan melampaui musim dingin," kata ekonom Oversea-Chinese Banking Corp Singapura Howie Lee, dilansir Bloomberg, Kamis (7/10/2021).

Seperti diketahui, harga minyak sempat melonjak belakangan ini hingga menyentuh level tertingginya sejak 2014. Hal ini disebabkan karena krisis energi di Eropa dan sejumlah negara di Asia, sehingga meningkatkan prospek permintaan baik minyak mentah maupun produk olahan jelang musim dingin. Sedangkan OPEC dan sekutu masih bertahan dengan kebijakan awal untuk menambah pasokan 400.000 barel per hari setiap bulannya.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
24 Negara Pembeli Minyak...
24 Negara Pembeli Minyak Terbesar AS, Cek Posisi Indonesia
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Iran Ungkap Sabuk Keamanan...
Iran Ungkap Sabuk Keamanan Perlawanan Baru Membentang dari Selat Hormuz hingga Bab al-Mandab
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
AS Tidak Cegat Rudal...
AS Tidak Cegat Rudal Iran yang Ditembakkan ke Israel
Rekomendasi
Tembus 40 Juta Views,...
Tembus 40 Juta Views, Adu Mekanik Sound Jadi Konten Paling Berkesan bagi Yongshun
Betrand Peto Nangis...
Betrand Peto Nangis Lihat Video Viral Sarwendah: Kok Bunda Setega Itu
Veloz Hybrid EV Keliling...
Veloz Hybrid EV Keliling Sulawesi 40 Hari Nonstop, Untuk Apa?
Berita Terkini
Ekonom: Kebijakan BI...
Ekonom: Kebijakan BI dan Pemerintah Memperkuat Rupiah Sudah Tepat
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
Chatib Basri Sangkal...
Chatib Basri Sangkal Ditawari Prabowo Posisi Menkeu Gantikan Purbaya
Akulaku Finance Kantongi...
Akulaku Finance Kantongi Fasilitas Pendanaan Rp500 Miliar dari Danamon
Dasco Ungkap Tujuan...
Dasco Ungkap Tujuan Prabowo Panggil Chatib Basri-Luhut ke Istana
Tak Ada Pergantian Menkeu,...
Tak Ada Pergantian Menkeu, Sentimen Pasar Berbalik Positif
Infografis
Daftar 5 Presiden Terkaya...
Daftar 5 Presiden Terkaya di Dunia, Nomor 1 Vladimir Putin
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved