Tantangan Keselamatan di Tempat Kerja Saat Pandemi Covid-19
Kamis, 14 Oktober 2021 - 23:22 WIB
loading...
A
A
A
Staf Ahli Bidang Peningkatan Daya Saing Penanaman Modal Kementerian Investasi, Heldy Satrya Putera, menerangkan bahwa pada 2021 pihaknya mendorong investasi di sektor prioritas yang memiliki nilai tambah. Namun demikian, ia menerangkan, pihaknya selalu berkoordinasi dengan berbagai pihak terutama Kementerian Koordinator Perekonomian, untuk selalu memantau izin-izin bisnis berbasis risiko.
Saat ini, lanjut dia, pemerintah juga sedang memaksimalkan sistem perizinan melalui OSS (Online Single Submission). Menurutnya, OSS merupakan implementasi dari UU Cipta Kerja.
"Sebetulnya dilihat dari sisi kesehatan kemudian keamanan juga dan lingkungan hidup, kita terus mengevaluasi kira-kira mana dari kegiatan usaha yang berisiko. Jadi koordinasi akan selalu lakukan, untuk terus kita evaluasi dan sesuaikan dengan kebutuhan yang ada," ucapnya.
Sementara itu Direktur Utama J Trust Bank, Ritsuo Fukadai mengatakan, selama pandemi pihaknya juga selalu mengimbangi antara pendidikan dan kesehatan para pekerja, yang saat ini ada 1.000 orang.
"Bank bersentuhan dengan banyak bidang. Jadi, bisa dibilang karyawan kami harus punya knowledge yang mumpuni, supaya mereka bisa praktikan pengetahuan yang sudah dipelajari di bidang kerja masing-masing," ungkapnya.
Guna memastikan keberlanjutan bisnis, VP Corporate Affairs Bukalapak Siti Sufintri Rahayu mengatakan pihaknya juga melakukan berbagai hal, salah satunya mendorong pemain-pemain lokal terus tumbuh dan berkembang.
"Salah satunya tingkatkan pemahaman mereka terhadap digital literasi di Indonesia. Kita melakukan on going educational training kepada para pelapor dan mitra, selain itu juga kita juga memberikan insentif insentif baru yang yang kami harapkan juga dapat membantu agar para UMKM dapat terbaik di masa pandemi," kata dia.
Saat ini, lanjut dia, pemerintah juga sedang memaksimalkan sistem perizinan melalui OSS (Online Single Submission). Menurutnya, OSS merupakan implementasi dari UU Cipta Kerja.
"Sebetulnya dilihat dari sisi kesehatan kemudian keamanan juga dan lingkungan hidup, kita terus mengevaluasi kira-kira mana dari kegiatan usaha yang berisiko. Jadi koordinasi akan selalu lakukan, untuk terus kita evaluasi dan sesuaikan dengan kebutuhan yang ada," ucapnya.
Sementara itu Direktur Utama J Trust Bank, Ritsuo Fukadai mengatakan, selama pandemi pihaknya juga selalu mengimbangi antara pendidikan dan kesehatan para pekerja, yang saat ini ada 1.000 orang.
"Bank bersentuhan dengan banyak bidang. Jadi, bisa dibilang karyawan kami harus punya knowledge yang mumpuni, supaya mereka bisa praktikan pengetahuan yang sudah dipelajari di bidang kerja masing-masing," ungkapnya.
Guna memastikan keberlanjutan bisnis, VP Corporate Affairs Bukalapak Siti Sufintri Rahayu mengatakan pihaknya juga melakukan berbagai hal, salah satunya mendorong pemain-pemain lokal terus tumbuh dan berkembang.
"Salah satunya tingkatkan pemahaman mereka terhadap digital literasi di Indonesia. Kita melakukan on going educational training kepada para pelapor dan mitra, selain itu juga kita juga memberikan insentif insentif baru yang yang kami harapkan juga dapat membantu agar para UMKM dapat terbaik di masa pandemi," kata dia.
(akr)
Lihat Juga :