OJK Beberkan Kelemahan yang Menghambat Pertumbuhan Bank Syariah
Jum'at, 15 Oktober 2021 - 09:07 WIB
loading...
OJK menyebut bahwa Bank Syariah belum memiliki diferensiasi model bisnis yang signifikan, indeks literasi dan inklusi yang masih rendah. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan ( OJK ) membeberkan sejumlah kelemahan yang dimiliki bank syariah. Hal itu dinilai menghambat dalam pertumbuhan dan kalah bersaing dengan bank konvensional .
"Kami telah melakukan kajian mengenai perbankan syariah dengan beberapa expert, didapati hasil bahwa perbankan syariah masih memiliki kelemahan. Antara lain belum memiliki diferensiasi model bisnis yang signifikan, indeks literasi dan inklusi yang masih rendah," ungkap Direktur Pengaturan dan Perizinan Perbankan Syariah OJK Nyimas Rohmah dalam diskusi virtual, dikutip Jumat (15/10/2021).
Baca Juga: Bank Syariah Indonesia Buka Pendaftaran BSI Scholarship Inspirasi
Lanjutnya, kata Nyimas, dari data OJK menunjukkan bahwa literasi masyarakat soal keuangan perbankan syariah masih di bawah 9%. Angka ini masih jauh dari perbankan konvensional yang mencapai 40%. Kemudian angka inklusi keuangan syariah yakni 9,1%, di mana angka tersebut juga masih di bawah bank konvensional yakni 76,2%.
Selain kelemahan tersebut, Nyimas menyebut masih ada yang lainnya. Hal itu mencakup kuantitas dan kualitas sumber daya manusia kurang optimal serta teknologi informasi (TI) yang belum memadai.
"Kami telah melakukan kajian mengenai perbankan syariah dengan beberapa expert, didapati hasil bahwa perbankan syariah masih memiliki kelemahan. Antara lain belum memiliki diferensiasi model bisnis yang signifikan, indeks literasi dan inklusi yang masih rendah," ungkap Direktur Pengaturan dan Perizinan Perbankan Syariah OJK Nyimas Rohmah dalam diskusi virtual, dikutip Jumat (15/10/2021).
Baca Juga: Bank Syariah Indonesia Buka Pendaftaran BSI Scholarship Inspirasi
Lanjutnya, kata Nyimas, dari data OJK menunjukkan bahwa literasi masyarakat soal keuangan perbankan syariah masih di bawah 9%. Angka ini masih jauh dari perbankan konvensional yang mencapai 40%. Kemudian angka inklusi keuangan syariah yakni 9,1%, di mana angka tersebut juga masih di bawah bank konvensional yakni 76,2%.
Selain kelemahan tersebut, Nyimas menyebut masih ada yang lainnya. Hal itu mencakup kuantitas dan kualitas sumber daya manusia kurang optimal serta teknologi informasi (TI) yang belum memadai.
Lihat Juga :