PLN Perluas Jangkauan Listrik Petani di Kabupaten Soppeng
Jum'at, 22 Oktober 2021 - 13:05 WIB
loading...
A
A
A
Semangat transformasi disebutnya sudah mengarah pada motto PLN . Yakni listrik harus dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas yang membawa dampak baik bagi masyarat serta lingkungan.
"Dengan menggunakan listrik, petani dapat menghemat biaya operasional sampai dengan 50 persen. Selain itu pasokan listrik yang terus menerus juga akan meningkatkan produksi gabah para petani," ucapnya Awal.
Untuk melayani sebanyak 6 pelanggan dengan total daya 21.000 VA, PLN membangun jaringan listrik sepanjang 0,25 kilometer sirkuit (kms) Jaringan Tegangan Rendah (JTR) dan memancang 6 tiang.
Selain di Kabupaten Soppeng , PLN UIW Sulselrabar juga telah menjalankan program tersebut di beberapa daerah yaitu bagi Petani Bawang di Desa Telle Kabupaten Bone, Petani Bawang di Kabupaten Enrekang, dan Petani Buah Naga di Kabupaten Sinjai.
Salah seorang patani di Jalan Kemiri, La Baco, menuturkan setelah ia melihat efektivitas dan efisiensi petani di Jalan Doppa, dirinya pun menjadi tertarik menggunakan listrik untuk pompa air di sawahnya.
"Dulu saat menggunakan tabung gas saya menggunakan sebanyak 3 tabung per hari dengan total harga Rp60.000. Sekarang setelah menggunakan listrik, per harinya saya hanya mengeluarkan biaya 35.000 untuk membeli token," tutur La Baco.
"Dengan menggunakan listrik, petani dapat menghemat biaya operasional sampai dengan 50 persen. Selain itu pasokan listrik yang terus menerus juga akan meningkatkan produksi gabah para petani," ucapnya Awal.
Untuk melayani sebanyak 6 pelanggan dengan total daya 21.000 VA, PLN membangun jaringan listrik sepanjang 0,25 kilometer sirkuit (kms) Jaringan Tegangan Rendah (JTR) dan memancang 6 tiang.
Selain di Kabupaten Soppeng , PLN UIW Sulselrabar juga telah menjalankan program tersebut di beberapa daerah yaitu bagi Petani Bawang di Desa Telle Kabupaten Bone, Petani Bawang di Kabupaten Enrekang, dan Petani Buah Naga di Kabupaten Sinjai.
Salah seorang patani di Jalan Kemiri, La Baco, menuturkan setelah ia melihat efektivitas dan efisiensi petani di Jalan Doppa, dirinya pun menjadi tertarik menggunakan listrik untuk pompa air di sawahnya.
"Dulu saat menggunakan tabung gas saya menggunakan sebanyak 3 tabung per hari dengan total harga Rp60.000. Sekarang setelah menggunakan listrik, per harinya saya hanya mengeluarkan biaya 35.000 untuk membeli token," tutur La Baco.
Lihat Juga :