Masuk Top 100 Perusahaan di Australia Selatan, Pendapatan Produsen Pasta Ini Capai Rp4,7 T
Senin, 25 Oktober 2021 - 07:14 WIB
loading...
A
A
A
Mengutip Indaily.com.au, perusahaan yang bergerak di sektor makanan dan minuman tersebut berada di ranking ke-28 dengan pendapatan mencapai USD336 juta atau sekitar Rp4,78 triliun (asumsi kurs Rp14.232/USD).
Baca juga: Punya Duit Rp2.767 Triliun, Bernard Arnault Paling Tajir Sedunia
Di Indonesia, meskipun pasta tak sepopuler mi instan, penggemarnya juga cukup banyak dan cukup mudah juga mendapati restoran-restoran di Indonesia yang menyajikan menu pasta.
Guna memeriahkan perayaan Hari Pasta Sedunia di Indonesia, pihak San Remo pun menggelar ajang memasak pasta yang diikuti 1.500 peserta. Namun, lantaran masih kondisi pandemi, peserta diminta mengikuti ajang tersebut secara virtual melalui aplikasi video chat Zoom. Sementara, 20 peserta terpilih diundang untuk memasak pasta secara langsung di kawasan Jakarta Barat dengan protokol kesehatan ketat.
“Mengingat perayaan Hari Pasta Sedunia tahun ini yang masih terjadi dalam situasi pandemi dan tidak memungkinkan kami untuk berkumpul bersama, kami mencoba untuk melakukan pendekatan berbeda agar tetap dapat merayakannya bersama masyarakat Indonesia,” kata International Business Manager San Remo Bruno Scheidt, dikutip Senin (25/10/2021).
Baca juga: Punya Duit Rp2.767 Triliun, Bernard Arnault Paling Tajir Sedunia
Di Indonesia, meskipun pasta tak sepopuler mi instan, penggemarnya juga cukup banyak dan cukup mudah juga mendapati restoran-restoran di Indonesia yang menyajikan menu pasta.
Guna memeriahkan perayaan Hari Pasta Sedunia di Indonesia, pihak San Remo pun menggelar ajang memasak pasta yang diikuti 1.500 peserta. Namun, lantaran masih kondisi pandemi, peserta diminta mengikuti ajang tersebut secara virtual melalui aplikasi video chat Zoom. Sementara, 20 peserta terpilih diundang untuk memasak pasta secara langsung di kawasan Jakarta Barat dengan protokol kesehatan ketat.
“Mengingat perayaan Hari Pasta Sedunia tahun ini yang masih terjadi dalam situasi pandemi dan tidak memungkinkan kami untuk berkumpul bersama, kami mencoba untuk melakukan pendekatan berbeda agar tetap dapat merayakannya bersama masyarakat Indonesia,” kata International Business Manager San Remo Bruno Scheidt, dikutip Senin (25/10/2021).
Lihat Juga :