Terdampak Covid-19, Beban Jawa-Bali Turun 3.000 MW

Senin, 13 April 2020 - 15:54 WIB
loading...
Terdampak Covid-19,...
Beban listrik sistem Jawa-Bali turun hingga 3.000 MW akibat penerapan bekerja di rumah oleh golongan bisnis dan gedung-gedung pemerintahan. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - PT PLN (Persero) melaporkan kondisi beban listrik pada sistem interkoneksi Jawa-Bali mengalami penurunan akibat kebijakan bekerja dari rumah (working from home/WFH) guna mengantisipasi penularan Covid-19. Anjloknya beban listrik tersebut disebabkan karena terjadi penurunan konsumsi khususnya di sektor bisnis dan industri.

"Beban listrik itu dipengaruhi oleh turunnya penjualan listrik PLN. Nah, rata-rata konsumsi listrik ini kondisinya sedang turun akibat kebijakan bekerja dari rumah," ujar Direktur Bisnis Jawa Madura Bali PLN Haryanto WS di Jakarta, Senin (13/4/2020).

Menurut dia rata-rata beban listrik Jawa-Bali dalam kondisi normal terhitung mulai Januari-April 2020 seharusnya mencapai 26.500 megawatt (MW). Namun lantaran terterimbas virus corona maka beban listrik Jawa-Bali turun sebesar 11,2% atau sekitar 3.000 MW.

PLN memproyeksikan, apabila wabah corona tak kunjung selesai sampai akhir tahun ini maka realisasi beban puncak tahun ini akan lebih rendah dibandingkan tahun lalu. Adapun beban puncak sistem kelistrikan Jawa-Bali pada 2019 lalu mencapai 28.000 MW. "Beban puncak itu nanti baru bisa dihitung di bulan Oktober-November," kata dia.

Pihaknya memastikan bahwa merosotnya konsumsi listrik akan mempengaruhi turunnya penjualan PLN. Meski begitu, pihaknya belum merinci berapa besar penurunan penjualan listrik PLN akibat terdampak pandemi Covid-19.

"Pada dasarnya ini bukan kerugian tapi penurunan penjualan akibat terdampak Covid-19. Sehingga langkah alternatif mengurangi beban di sistem Jawa-Bali," ungkap dia.

Dia mengatakan bahwa turunnya beban sistem Jawa-Bali kemudian dimanfaatkan PLN untuk melakukan perawatan di sejumlah pembangkit listriknya. Meski begitu, pihaknya tidak menyebutkan pembangkit mana saja yang saat ini sedang dimatikan karena terimbas Covid-19. Namun yang jelas, imbuhnya, tujuan dari pemeliharaan supaya ketika wabah corona berakhir dan ekonomi mulai bangkit pembangkit-pembangkit tersebut siap dihidupkan kembali.

"Kita biasanya sulit mencari waktu pemeliharaan. Nah, dengan kondisi beban turun seperti ini maka kita manfaatkan untuk melakukan pemeliharaan dan kita harapkan wabah Covid-19 ini tidak lama," kata dia.

General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya (PLN Disjaya) Ikhsan Asaad menyebut beban listrik di wilayah DKI Jakarta turun sebesar 19% akibat kebijakan bekerja dari rumah. Terhitung sampai 23 Maret 2020 beban pemakaian listrik di wilayah Jakarta mencapai 4.103 MW turun dibandingkan 9 Maret 2020 mencapai 5.047 MW atau turun sebesar 944 MW.

"Beban listrik turun akibat banyaknya golongan bisnis dan gedung-gedung pemerintahan yang menerapkan bekerja dari rumah. Itu menjadi salah satu pemicu turunnya beban listrik di Jakarta dan sekitarnya," ungkap dia.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Heboh Kabar Direksi...
Heboh Kabar Direksi PLN Dirombak, Bos BP BUMN Buka Suara
BUMN Mulai Pangkas Anak...
BUMN Mulai Pangkas Anak Usaha, dari Pupuk Indonesia sampai PLN
Tinjauan ke Lampung,...
Tinjauan ke Lampung, Ali Masykur Musa Dorong Layanan infrastruktur EV Makin Andal
Dua Hari Terganggu,...
Dua Hari Terganggu, Sistem Kelistrikan di Sumbar Kembali Pulih 100%
Terungkap Penyebab Padam...
Terungkap Penyebab Padam Listrik Massal di Sumatera: Cuaca Buruk hingga Efek Banjir Bandang
4,8 Juta Pelanggan PLN...
4,8 Juta Pelanggan PLN di Pulau Sumatera Masih Terdampak Mati Listrik Serempak
Buntut Listrik Blackout...
Buntut Listrik Blackout di Pulau Sumatera, PLN Didesak Beri Kompensasi
Perang AS-Iran Picu...
Perang AS-Iran Picu Rencana Pembangunan PLTN di Asia dan Afrika
Mau Jadi Pegawai PLN?...
Mau Jadi Pegawai PLN? Jalur Ikatan Kerja ITPLN Ini Diburu Ribuan Pendaftar
Rekomendasi
Veloz Hybrid EV Keliling...
Veloz Hybrid EV Keliling Sulawesi 40 Hari Nonstop, Untuk Apa?
Dari Suara Tawa hingga...
Dari Suara Tawa hingga Sosok di Atas Pohon, Ini Pengalaman Paling membekas bagi Angga ABK!
Betrand Peto Nangis...
Betrand Peto Nangis Lihat Video Viral Sarwendah: Kok Bunda Setega Itu
Berita Terkini
Ekonom: Kebijakan BI...
Ekonom: Kebijakan BI dan Pemerintah Memperkuat Rupiah Sudah Tepat
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
Chatib Basri Sangkal...
Chatib Basri Sangkal Ditawari Prabowo Posisi Menkeu Gantikan Purbaya
Akulaku Finance Kantongi...
Akulaku Finance Kantongi Fasilitas Pendanaan Rp500 Miliar dari Danamon
Dasco Ungkap Tujuan...
Dasco Ungkap Tujuan Prabowo Panggil Chatib Basri-Luhut ke Istana
Tak Ada Pergantian Menkeu,...
Tak Ada Pergantian Menkeu, Sentimen Pasar Berbalik Positif
Infografis
19 Menteri Bergelar...
19 Menteri Bergelar S3, Prabowo Tagih Kepintarannya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved