Green House Jadi Percontohan Kemitraan Petani Tanaman Hias

Sabtu, 27 November 2021 - 11:33 WIB
loading...
Green House Jadi Percontohan...
Menjadi percontohan program kemitraan petani tanaman hias binaan Minaqu Indonesia, Green House Tanaman Hias hadir di Kelurahan Bojongkerta, Kecamatan Bogor Selatan. Foto/Dok
A A A
BOGOR - Menjadi percontohan program kemitraan petani tanaman hias binaan Minaqu Indonesia, Green House Tanaman Hias hadir di Kelurahan Bojongkerta, Kecamatan Bogor Selatan. Bekerja sama dengan Bank BJB, nantinya Green House ditargetkan bakal menyentuh setiap kelurahan di Kota Bogor .

"Di sini menjadi contohnya dulu. Kalau di sini sukses baru ke kelurahan lain seperti Rancamaya, Mulyaharja, Kertamaya, Genteng, Ranggamekar dan seterusnya. Minaqu janji akan ada di setiap kelurahan di Kota Bogor," kata Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim saat membuka green house tanaman hias, Jumat (26/11/2021).

Baca Juga: Kalimantan Barat Miliki Potensi Tanaman Hias yang Diburu Pasar

Target saat ini setidaknya 12 kelurahan bakal memiliki Green House Tanaman Hias. Diperkirakan butuh waktu lima tahun tahun untuk mewujudkannya, namun Dedie memacu agar dalam dua tahun sudah punya green house dan sentra produksi.

Dedie pun memberikan apresiasi kepada Minaqu Indonesia, karena Green House yang dibuat sudah mulai produksi dan sebagian lagi dalam persiapan. Namun Ia berpesan, yang paling penting dengan dibentuknya mitra tani di Bojongkerta ini, ada perubahan ekonomi yang dirasakan warga.

Pertama, harus ada solusi untuk warga terkait dengan permasalahan ekonomi, dan ini menjadi salah satu solusinya. Membangkitkan semangat warga untuk bertani dan berkembang.

"Saat ini, CEO Minaqu Pak Ade sedang berkeliling Eropa untuk mengenalkan tanaman hias kepada buyer-buyer di Eropa. Itu salah satu cara memperluas pasar tanaman hias Indonesia khususnya dari Bogor agar para buyer di luar negeri tertarik membeli ke sini. Jadi, Bogor nanti bukan hanya memiliki pasar tanaman hias tapi juga memiliki sentra produksi tanaman hias di Indonesia. Ini siklus ekonomi yang harus kita jaga, pertahankan dan kita perbesar," ucap Dedie.

Sementara, Direktur Minaqu Indonesia, Yasmin Sanad menjelaskan, Alhamdulillah, 2 bulan lalu kita peletakan batu pertama untuk pembangunan Green House ini, dan sekarang sudah diresmikan dan siap di produksi.

Yasmin mengatakan, peran Minaqu di sini sebagai off taker. Di mana, Minaqu membina para petani tanaman hias termasuk memberikan penyuluhan dan pengembangbiakan bibit agar kualitas tanaman yang akan di ekspor sesuai permintaan pasar buyer Minaqu.

"Pasarnya sudah kita pegang. Minaqu juga dapat pesan dari pak menteri pertanian, Minaqu jangan kaya sendiri tapi harus berbagi dan bekerja sama dengan masyarakat khususnya petani di Indonesia," paparnya.

Baca Juga: Luncurkan Petani Milenial Tanaman Hias, Ridwan Kamil: Ini Bisnis Kebahagiaan

Sambung Yasmin mengungkapkan, green house di Kelurahan Bojongkerta yang pihaknya bina ini, insya Allah kalau hasilnya bagus akan diterapkan juga di seluruh kelurahan di Kota Bogor. Minimal 50 petani setiap kelurahannya. Kalau di Kabupaten Bogor, Minaqu sudah punya 1.000 petani.

Ia menjelaskan, tanaman hias yang dibudidayakan di sini ada tiga jenis yaitu Philodendron Melanochrysum, Syngonium Metal, Syngonium Triking. Tiga jenis itu, dipilih berdasarkan tren di pasaran.

Pihaknya menargetkan, per bulan satu petani 150 tanaman. Dan ini, tiga bulan lagi sudah bisa siap panen.

"Niat kita berkegiatan sosial dan kemanusiaan terutama meningkatkan taraf ekonomi petani tanaman hias. Kita akan berikan penyuluhan, dan pengembangbiakan bibit agar peningkatan ekonomi tercapai," tambahnya.

Sementara pihak BJB Kota Bogor yang diwakili Managernya, Ricki, mengatakan siap mendukung program Minaqu dan Pemerintah Kota Bogor.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
MNC Sekuritas dan Politeknik...
MNC Sekuritas dan Politeknik Negeri Jakarta Bekali Keterampilan Mengelola Keuangan untuk Pelajar SMA YPHB Bogor
Bulog Serap 3,4 Juta...
Bulog Serap 3,4 Juta Ton Beras Petani, Setara 85% dari Target Nasional
BULOG dan Komisi IV...
BULOG dan Komisi IV DPR Perkuat Sinergi Dukung Kesejahteraan Petani di Klaten
Dorong Kesejahteraan...
Dorong Kesejahteraan Petani, Inovasi Fungisida Syngenta Hadir di Jember
Serap Beras Petani,...
Serap Beras Petani, Kapasitas Gudang Bulog Ditambah hingga 7 Juta Ton
BRI Salurkan KUR Rp65,95...
BRI Salurkan KUR Rp65,95 Triliun, Jangkau 558.000 Petani dan 23.000 Nelayan
Mohon Perlindungan Presiden,...
Mohon Perlindungan Presiden, Asosiasi Petani Tembakau Tolak Rancangan Pembatasan Kadar Nikotin
Hujan Deras Guyur Bogor...
Hujan Deras Guyur Bogor saat Kemarau, BMKG: Dipicu Gangguan Atmosfer Regional
Transfer Pengetahuan,...
Transfer Pengetahuan, AA Kadu Bagikan Tips Memilih Bibit Durian Berkualitas
Rekomendasi
1.404 Orang Lulus IPDN,...
1.404 Orang Lulus IPDN, Tito Dorong Lulusan Ciptakan Kebijakan Berlandaskan Pengetahuan
Klaim China di Perairan...
Klaim China di Perairan Natuna, Pakar Minta Indonesia Pertahankan Kedaulatan
Ford dan Apple Bergabung...
Ford dan Apple Bergabung Bangun Teknologi Otomotif Cerdas
Berita Terkini
Perkuat Talenta Energi...
Perkuat Talenta Energi melalui Program GLOBE Berbasis AI, Pertamina Drilling Gandeng ELSA Business
7 Tahun Pimpin BI Sebelum...
7 Tahun Pimpin BI Sebelum Mundur, Perry Warjiyo Punya Karir Panjang dan Cemerlang
Ribuan Sengketa Pajak...
Ribuan Sengketa Pajak Bermunculan, Perbedaan Tafsir Masih Jadi Pemicu Utama
Pj Gubernur BI: Proses...
Pj Gubernur BI: Proses Pergantian Perry Warjiyo Ikuti Mekanisme UU, Belum Ada Nama Calon
Resmi Beroperasi, Bali...
Resmi Beroperasi, Bali Gapura Marina Siap Tampung 180 Yacht Standar Global
Menko Airlangga Soal...
Menko Airlangga Soal Mundurnya Gubernur BI Perry Warjiyo: Yang Penting Institusinya
Infografis
Profil Febri Diansyah,...
Profil Febri Diansyah, Mantan Jubir KPK Jadi Pengacara Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved