Penyaluran Kredit Perbankan Bulan April 2020 Melambat 4,9%
Senin, 08 Juni 2020 - 07:10 WIB
loading...
A
A
A
Sektor KMK sektor industri pengolahan melambat dari 9,8% (yoy) menjadi 6,7% (yoy) terutama pada kredit industri semen, kapur dan gips di Jawa Timur dan Banten.
Di sisi lain, Kredit Investasi (KI) tercatat melambat dari 13,0% (yoy) menjadi 8,4% (yoy) pada April 2020. Terutama pada sektor pertanian, pertenakan, perikanan dan sektor PHR.
Rinciannya KI sektor pertanian, peternakan, kehutanan dan perikanan melambat dari 7,1% (yoy) menjadi 2,4% (yoy) pada April 2020.Terutama datang dari kredit subsektor perkebuan kelapa sawit di Kalimantan Selatan dan Barat.
Lalu, KI sektor PHR juga mengalami perlambatan dari 5,4% (yoy) menjadi 0,5% (yoy), khususnya pada subsektor bintang di wilayah DKI Jakarta dan Bali.
Pertumbuhan kredit konsumsi (KK) pada bulan April 2020 melambat sebesar 5,4% dibanding bulan sebelumnya menjadi 4,1%. Disebabkan oleh melambatnya pertumbuhan kredit pemilikan rumah (KPR) terutama untuk rumah tipe 22-70 dan kredit multiguna.
"Pertumbuhan kredit pemilikan rumah (KPR) terutama untuk rumah tipe 22-70 di Jawa Barat dan Banten serta kredit multiguna," jelasnya.
Di sisi lain, Kredit Investasi (KI) tercatat melambat dari 13,0% (yoy) menjadi 8,4% (yoy) pada April 2020. Terutama pada sektor pertanian, pertenakan, perikanan dan sektor PHR.
Rinciannya KI sektor pertanian, peternakan, kehutanan dan perikanan melambat dari 7,1% (yoy) menjadi 2,4% (yoy) pada April 2020.Terutama datang dari kredit subsektor perkebuan kelapa sawit di Kalimantan Selatan dan Barat.
Lalu, KI sektor PHR juga mengalami perlambatan dari 5,4% (yoy) menjadi 0,5% (yoy), khususnya pada subsektor bintang di wilayah DKI Jakarta dan Bali.
Pertumbuhan kredit konsumsi (KK) pada bulan April 2020 melambat sebesar 5,4% dibanding bulan sebelumnya menjadi 4,1%. Disebabkan oleh melambatnya pertumbuhan kredit pemilikan rumah (KPR) terutama untuk rumah tipe 22-70 dan kredit multiguna.
"Pertumbuhan kredit pemilikan rumah (KPR) terutama untuk rumah tipe 22-70 di Jawa Barat dan Banten serta kredit multiguna," jelasnya.
Lihat Juga :