Prudential Gandeng Standard Chartered Berinovasi Keluarkan Dana Investasi Baru
Senin, 06 Desember 2021 - 20:12 WIB
loading...
A
A
A
Skema dana yang berinvestasi di pasar asing (offshore funds), termasuk dalam sektor teknologi dan media, memiliki potensi yang besar. Dari sisi kinerja, sektor-sektor tersebut masih menawarkan potensi pertumbuhan tinggi dan akan terus menggerakkan ekonomi dunia.
Data mengenai peringkat Return on Investment (ROI) berdasarkan sektor di AS pada kuartal ketiga 2021 yang dirilis CSI Market mencatat sektor teknologi dan layanan kesehatan masing-masing memiliki nilai ROI sebesar 24,89% dan 10,11%.
Baca Juga: Pengelolaan Dana Otsus Tepat Sasaran Berdampak bagi Kesejahteraan Orang Asli Papua
Head of Wealth Management Standard Chartered Bank Indonesia Meru Arumdalu mengatakan pihaknya sangat senang kemitraan kami dengan Prudential Indonesia terus berkembang melalui hadirnya inovasi-inovasi produk terbaru yang dirancang untuk menjawab kebutuhan nasabah yang sangat dinamis.
"Kami telah memperkenalkan PRULink US Dollar Global Tech Equity Fund di September 2021 untuk memberikan kesempatan bagi para nasabah kami dapat berinvestasi secara global di saham perusahaan-perusahaan yang mayoritas kegiatan ekonominya berada di sektor teknologi," ungkapnya.
Data mengenai peringkat Return on Investment (ROI) berdasarkan sektor di AS pada kuartal ketiga 2021 yang dirilis CSI Market mencatat sektor teknologi dan layanan kesehatan masing-masing memiliki nilai ROI sebesar 24,89% dan 10,11%.
Baca Juga: Pengelolaan Dana Otsus Tepat Sasaran Berdampak bagi Kesejahteraan Orang Asli Papua
Head of Wealth Management Standard Chartered Bank Indonesia Meru Arumdalu mengatakan pihaknya sangat senang kemitraan kami dengan Prudential Indonesia terus berkembang melalui hadirnya inovasi-inovasi produk terbaru yang dirancang untuk menjawab kebutuhan nasabah yang sangat dinamis.
"Kami telah memperkenalkan PRULink US Dollar Global Tech Equity Fund di September 2021 untuk memberikan kesempatan bagi para nasabah kami dapat berinvestasi secara global di saham perusahaan-perusahaan yang mayoritas kegiatan ekonominya berada di sektor teknologi," ungkapnya.
(nng)
Lihat Juga :