Terlilit Utang Rp28 Triliun, AP I Tawarkan Pensiun Dini Mulai 2022
Senin, 13 Desember 2021 - 18:14 WIB
loading...
A
A
A
Perbaikan dan pembangunan 10 bandara menjadi faktor utama AP I menanggung utang sebesar Rp28 triliun. Pinjaman tersebut berasal dari kredit sindikasi perbankan dan obligasi.
Adapun total utang perseroan hingga November 2021 mencapai Rp32,7 triliun. Rinciannya sindikasi perbankan dan obligasi sebesar Rp28 triliun dan kewajiban yang harus dibayarkan kepada karyawan dan supplier senilai Rp4,7 triliun.
Baca juga: Dibangun Selama Satu Dekade, Bandara Tebelian Telan Anggaran Rp580 Miliar
Faik mencatat, revitalisasi 10 bandara dari total 15 bandara di bawah pengelolaanya tidak menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dalam skema Penyertaan Modal Negara (PMN) melainkan bersumber dari dana internal perusahaan dan eksternal.
"Jadi, pengembangan kita sama sekali tidak melalui bantuan pemerintah tapi benar-benar melalui internal dan eksternal melalui sindikasi perbankan dan obligasi," katanya.
Adapun total utang perseroan hingga November 2021 mencapai Rp32,7 triliun. Rinciannya sindikasi perbankan dan obligasi sebesar Rp28 triliun dan kewajiban yang harus dibayarkan kepada karyawan dan supplier senilai Rp4,7 triliun.
Baca juga: Dibangun Selama Satu Dekade, Bandara Tebelian Telan Anggaran Rp580 Miliar
Faik mencatat, revitalisasi 10 bandara dari total 15 bandara di bawah pengelolaanya tidak menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dalam skema Penyertaan Modal Negara (PMN) melainkan bersumber dari dana internal perusahaan dan eksternal.
"Jadi, pengembangan kita sama sekali tidak melalui bantuan pemerintah tapi benar-benar melalui internal dan eksternal melalui sindikasi perbankan dan obligasi," katanya.
(ind)
Lihat Juga :