Dipimpin Menparekraf & Wamenparekraf, Kemenparekraf Gelar Rakornis Siapkan Program-Program Tepat Sasaran 2022
Selasa, 21 Desember 2021 - 11:12 WIB
loading...
A
A
A
Namun di sisi lain, di tahun 2021 juga terdapat banyak sekali tantangan Kemenparekraf mulai dari segi policy making, policy design, policy formulation, hingga policy implementation dan policy execution.
"Apa yang telah kita rencanakan dan lakukan di tahun 2021 ini yang kita ingin evaluasi. Kita juga tidak hanya akan setop pada evaluasi, tapi apa yang kita lakukan dalam rangka pivoting untuk tahun 2022 nanti," kata Menparekraf Sandiaga.
Sandiaga menjelaskan Rakornis ini menjadi platform dalam merumuskan konsep PDCA ( plan, do, check, act) sehingga dapat menghasilkan kesepakatan dan keputusan bersama. "Ini yang akan dikerucutkan. Outcome dari Rakornis ini adalah bagaimana kebijakan kita ke depan adalah kebijakan-kebijakan yang tepat sasaran, tepat manfaat, dan tepat waktu," kata Sandiaga.
Salah satunya dalam strategi pengembangan destinasi pariwisata yang akan berfokus pada peningkatan kualitas dan reputasi destinasi pariwisata yang memiliki outstanding value proposition, lokalitas, berdaya saing, inklusif, dan berkelanjutan untuk mewujudkan ekosistem pariwisata yang terintegrasi.
Sekaligus mendorong daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat dengan memperhatikan sumber daya alam, budaya, dan manusia. Sehingga dapat menghadirkan destinasi yang berkualitas, resilient, dan berkelanjutan.
"Apa yang telah kita rencanakan dan lakukan di tahun 2021 ini yang kita ingin evaluasi. Kita juga tidak hanya akan setop pada evaluasi, tapi apa yang kita lakukan dalam rangka pivoting untuk tahun 2022 nanti," kata Menparekraf Sandiaga.
Sandiaga menjelaskan Rakornis ini menjadi platform dalam merumuskan konsep PDCA ( plan, do, check, act) sehingga dapat menghasilkan kesepakatan dan keputusan bersama. "Ini yang akan dikerucutkan. Outcome dari Rakornis ini adalah bagaimana kebijakan kita ke depan adalah kebijakan-kebijakan yang tepat sasaran, tepat manfaat, dan tepat waktu," kata Sandiaga.
Salah satunya dalam strategi pengembangan destinasi pariwisata yang akan berfokus pada peningkatan kualitas dan reputasi destinasi pariwisata yang memiliki outstanding value proposition, lokalitas, berdaya saing, inklusif, dan berkelanjutan untuk mewujudkan ekosistem pariwisata yang terintegrasi.
Sekaligus mendorong daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat dengan memperhatikan sumber daya alam, budaya, dan manusia. Sehingga dapat menghadirkan destinasi yang berkualitas, resilient, dan berkelanjutan.
Lihat Juga :