Dukung Inovasi, Menparekraf Harapkan Zerocov Bantu Pemulihan Pariwisata
Selasa, 28 Desember 2021 - 09:57 WIB
loading...
Menparekraf Sandiaga Uno bersama inisiator Zerocov dan mantan Menristek/Kepala BRIN Bambang Brodjonegoro, menerima mesin Zerocov secara simbolis. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf)/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno menggandeng inovasi anak bangsa untuk meminimalisir penularan Covid-19. Inovasi mesin sanitasi udara yang dinamai Zerocov ini diharapkan membantu mendorong pariwisata dan ekonomi kreatif pada 2022 dan mempercepat pemulihan ekonomi nasional.
Kepala Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan dan Teknologi BRIN Agus Haryono menjelaskan, Zerocov menggunakan kombinasi tiga teknologi yaitu disinfektan, sinar ultraviolet, dan ion negatif. Zerocov telah melalui uji kelistrikan, uji karakteristik bahan kimia untuk disinfektan, dan uji perangkat sterilisasi Zerocov.
Baca Juga: Penciptaan Lapangan Kerja, Menparekraf Dorong Pemerintah Daerah Identifikasi Potensi Pariwisata & Ekraf
"Zerocov juga telah melalui uji empiris, terbukti ampuh membunuh virus dan aman untuk digunakan sehari-hari. Zerocov merupakan hasil kolaborasi anak bangsa antara peneliti dan swasta sehingga menciptakan produk inovasi untuk percepatan penanganan Covid-19," ungkap Agus melalui siaran pers, Selasa (28/12/2021).
Zerocov adalah hasil pengembangan invensi Direktur Utama Zerocov Inovasi Indonesia (ZII) Wirawan Darmana. Alat ini pada awalnya dikembangkan sebagai alat disinfektan dan sinar ultraviolet untuk melindungi ayam ternak saat krisis flu burung melanda pada 2004.
Disebabkan terbukti sangat membantu saat krisis flu burung, pada 2020 Wirawan mengembangkan alat tersebut, bekerja sama dengan periset dan peneliti dari Pusat Riset Elektronika dan Telekomunikasi dan Loka Penelitian Teknologi Bersih, Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan Teknik BRIN.
Alat ini kemudian dimodifikasi untuk manusia demi memitigasi penyebaran virus Covid-19. Pengujian tersebut menunjukkan hasil yang baik untuk Zerocov dapat digunakan sebagai alat sanitasi ruangan yang dapat membunuh mikroorganisme virus, bakteri, dan kuman.
Kepala Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan dan Teknologi BRIN Agus Haryono menjelaskan, Zerocov menggunakan kombinasi tiga teknologi yaitu disinfektan, sinar ultraviolet, dan ion negatif. Zerocov telah melalui uji kelistrikan, uji karakteristik bahan kimia untuk disinfektan, dan uji perangkat sterilisasi Zerocov.
Baca Juga: Penciptaan Lapangan Kerja, Menparekraf Dorong Pemerintah Daerah Identifikasi Potensi Pariwisata & Ekraf
"Zerocov juga telah melalui uji empiris, terbukti ampuh membunuh virus dan aman untuk digunakan sehari-hari. Zerocov merupakan hasil kolaborasi anak bangsa antara peneliti dan swasta sehingga menciptakan produk inovasi untuk percepatan penanganan Covid-19," ungkap Agus melalui siaran pers, Selasa (28/12/2021).
Zerocov adalah hasil pengembangan invensi Direktur Utama Zerocov Inovasi Indonesia (ZII) Wirawan Darmana. Alat ini pada awalnya dikembangkan sebagai alat disinfektan dan sinar ultraviolet untuk melindungi ayam ternak saat krisis flu burung melanda pada 2004.
Disebabkan terbukti sangat membantu saat krisis flu burung, pada 2020 Wirawan mengembangkan alat tersebut, bekerja sama dengan periset dan peneliti dari Pusat Riset Elektronika dan Telekomunikasi dan Loka Penelitian Teknologi Bersih, Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan Teknik BRIN.
Alat ini kemudian dimodifikasi untuk manusia demi memitigasi penyebaran virus Covid-19. Pengujian tersebut menunjukkan hasil yang baik untuk Zerocov dapat digunakan sebagai alat sanitasi ruangan yang dapat membunuh mikroorganisme virus, bakteri, dan kuman.
Lihat Juga :