Kacific Bantu Wujudkan Target Digitalisasi UMKM

Kamis, 30 Desember 2021 - 20:30 WIB
loading...
Kacific Bantu Wujudkan...
Harga internet yang terjangkau akan mendukung digitalisasi UMKM. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Pemerintah terus mendorong digitalisasi pelaku UMKM (onboarding) demi meningkatkan kapasitas bisnisnya. Pemerintah sendiri menarget 30 juta UMKM yang onboarding pada 2030.

Program onboarding UMKM tentu saja membutuhkan infrastruktur internet yang andal, dan tentu saja dengan harga yang bisa dijangkau pengusaha kecil. Harga yang terjangkau akan sangat membantu pelaku UMKM untuk mendigitalisasi bisnisnya.

Baca juga: Menteri Teten Sebut Subsidi Bunga KUR 3 Persen Bakal Berlanjut

Layanan internet yang terjangkau itu kini dihadirkan pula oleh Kacific. Perusahaan yang beroperasi di kawasan Asia Pasifik ini mengklaim pemasangan perangkatnya lebih mudah, harga perangkat dan biaya instalasi lebih murah dengan high throughput modem IP satelit Newtec MDM2010.

Kacific Broadband Satellites juga telah memangkas total biaya perangkat broadband satelit untuk pelanggan dengan memperkenalkan set perangkat yang terdiri dari modem Satelit IP Newtec MDM2010 baru, dengan konsumsi daya yang rendah, throughput tinggi, dan dikombinasikan dengan transceiver iLNB 3210, serta antena VSAT diameter 1,2m .

"Perangkat ini mampu melayani kecepatan hingga 50Mbps (download) dan 10Mbps (upload), sehingga akan memperkuat efektivitas biaya total layanan internet broadband Kacific untuk pelanggan dan para pelaku UMKM," kata Christian Patouraux, Chief Executive Officer Kacific, dalam keterangannya, Kamis (30/12/2021).

Newtec MDM2010 adalah modem dua arah yang memiliki throughput yang tinggi serta mendukung berbagai layanan IP seperti akses Internet/intranet, VoIP, dan layanan multi-casting. Pointing dan instalasi yang mudah serta teknik modulasi kinerja yang tinggi memungkinkan Kacific untuk menawarkan layanan broadband yang lebih cepat dengan biaya yang lebih murah melalui jaringan Ka-band.

Modem ini juga memiliki dimensi yang lebih yang ringkas dan ringan, serta lebih terjangkau. Selain itu, modem ini juga memiliki profil pengaturan yang lebih mudah dibandingkan dengan modem yang digunakan saat ini, serta memiliki fitur konfigurasi melalui web browser. Dengan profil yang lebih kecil dan konsumsi daya yang rendah akan sangat cocok untuk semua kondisi cuaca.

“MDM2010, merupakan langkah maju dalam mewujudkan itu semua. Dikombinasikan dengan transceiver iLNB, tentunya ini adalah produk entry level yang secara signifikan akan menurunkan harga perangkat dan berorientasi kepada pelanggan Kacific tanpa harus mengorbankan kinerja layanan," tambah Christian.

Dengan diperkenalkannya set perangkat yang baru ini, tentunya akan lebih menghemat waktu pemasangan dan menurunkan harga terminal hingga 50% dibanding harga sebelumnya. Harga set perangkat ini akan dijual mulai dari Rp8.500.000 untuk semua pasar di Kawasan Asia Pasifik. Modem baru ini juga akan dengan mudah menghubungkan 4 hingga 5 pengguna rata-rata secara bersamaan, sehingga sangat cocok untuk pertanian, rumah tangga, dan usaha kecil.

Baca juga: Menohok, Mantan Staf Pelatih U-19 Kritik Peran Klub Bangun Timnas

“Prinsip yang mendasari bisnis Kacific adalah menyediakan layanan broadband yang cepat dan terjangkau ke area yang belum terlayani jaringan dengan baik,” jelas Christian.

Biaya yang lebih rendah juga akan memberikan fleksibilitas kepada mitra Kacific untuk mengurangi durasi kontrak di mana biaya pemasangan sudah termasuk ke dalam harga bulanan yang dibayarkan oleh pelanggan.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
DSC Transformasi Jadi...
DSC Transformasi Jadi Ekosistem Wirausaha, Siapkan Hibah Rp2,5 Miliar
Pertamina Manfaatkan...
Pertamina Manfaatkan Jakarta Fair Perkuat Daya Saing UMKM Lokal
DANA Catat Pendapatan...
DANA Catat Pendapatan UMKM Alumni SisBerdaya Naik 113%
Perkuat Ekonomi Rakyat,...
Perkuat Ekonomi Rakyat, BSI Apresiasi Penempatan SAL untuk Pembiayaan Produktif
SIG Berdayakan UMKM...
SIG Berdayakan UMKM Berbasis Potensi Lokal di Tuban
Siap Naik Kelas! Simak...
Siap Naik Kelas! Simak Formula Marketing Digital Terbaru Khusus UMKM dan Korporasi
Gandeng BPJPH, Partai...
Gandeng BPJPH, Partai Perindo Dorong UMKM Binaan Naik Kelas melalui Sertifikasi Halal
Produk Olahan Singkong...
Produk Olahan Singkong Sleman Terus Dikembangkan
INOTEK dan Sampoerna...
INOTEK dan Sampoerna untuk Indonesia Dorong Penguatan Kapasitas UMKM di Subang
Rekomendasi
Kapan Harta Menjadi...
Kapan Harta Menjadi Tercela? Ini Sikap yang Menyebabkannya
Meghan Markle Siap Kembali...
Meghan Markle Siap Kembali ke Inggris Bersama Pangeran Harry dan Anak-anaknya
Kasus Penggelapan Dana...
Kasus Penggelapan Dana Bank, Sadiah Amir Sussy Ditahan
Berita Terkini
Mengenang Rachmat Gobel,...
Mengenang Rachmat Gobel, Zulkifli Hasan: Indonesia Kehilangan Sosok Pejuang
Harga Emas Antam Berkilau...
Harga Emas Antam Berkilau Sambut Akhir Pekan, Naik Rp17 Ribu jadi Rp2.650.000/Gram
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Merayap Naik ke 5.936, Transaksi Awal Cetak Rp629 M
Daftar 7 Negara OPEC+...
Daftar 7 Negara OPEC+ yang Buka Keran Minyak, Intip Angkanya
Dunia Tak Lagi Takut...
Dunia Tak Lagi Takut Ancaman Gejolak Selat Hormuz imbas Perang AS-Iran, Apa Rahasianya?
Kapal Tanker Pertamina...
Kapal Tanker Pertamina Pride Berhasil Lintasi Selat Hormuz, Komitmen Jaga Pasokan Energi Nasional
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved