3 Lokasi Jadi Incaran Konsumen dalam Membeli Hunian di 2022, di Mana Saja?
Jum'at, 31 Desember 2021 - 07:30 WIB
loading...
A
A
A
"Bahkan ketika tren pencarian mengalami penurunan pada Q3 2021, Kota Bogor justru mencatatkan kenaikan sebesar 21,84% secara kuartalan," kata Marine, Kamis (30/12/2021).
Marine menjelaskan bahwa harga properti Kota Bogor yang cenderung lebih stabil tampaknya menarik minat konsumen di tengah pandemi Covid-19. Fasilitas yang cukup lengkap dengan akses transportasi yang terjangkau juga menjadi keunggulan Kota Bogor. Ketersediaan rumah sakit, mal, pusat perbelanjaan, serta taman hiburan dapat dijangkau dengan mudah dari pusat kota.
Kemudian wilayah prospektif ketiga adalah Kabupaten Gresik. Di Jawa Timur, Kabupaten Gresik berkembang menjadi area paling prospektif di kawasan metropolitan Surabaya atau yang dikenal sebagai Gerbangkertosusila (Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, Lamongan). Wilayah yang menghadap Selat Madura dan Laut Jawa ini memiliki potensi untuk menjadi sunrise property didorong oleh perkembangan infrastruktur dan industri di dalamnya.
“Saat ini, median harga di Gresik menurut data Rumah.com Indonesia Property Market Index (RIPMI) berada pada kisaran Rp 6,4 jutaan, lebih murah daripada Sidoarjo maupun Bangkalan yang turut menjadi pusat industri di Gerbangkertosusila. Indeks harga properti di Gresik secara kuartalan juga sedang tumbuh sebesar 4,53 persen pada Q2 2021 lalu. Indeks ini lebih signifikan daripada wilayah lain di Gerbangkertosusila,” jelas Marine.
Menurut Marine, bagi pencari properti, ketiga wilayah prospektif tersebut bisa menjadi kawasan hunian idaman yang bisa dibeli di tahun 2022 mendatang karena secara umum masih akan menjadi ‘buyer’s market’. Pembeli akan disuguhi berbagai pilihan properti terbaru dengan tawaran promo, diskon, dan hadiah serta suku bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) juga relatif masih rendah.
Marine menjelaskan bahwa harga properti Kota Bogor yang cenderung lebih stabil tampaknya menarik minat konsumen di tengah pandemi Covid-19. Fasilitas yang cukup lengkap dengan akses transportasi yang terjangkau juga menjadi keunggulan Kota Bogor. Ketersediaan rumah sakit, mal, pusat perbelanjaan, serta taman hiburan dapat dijangkau dengan mudah dari pusat kota.
Kemudian wilayah prospektif ketiga adalah Kabupaten Gresik. Di Jawa Timur, Kabupaten Gresik berkembang menjadi area paling prospektif di kawasan metropolitan Surabaya atau yang dikenal sebagai Gerbangkertosusila (Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, Lamongan). Wilayah yang menghadap Selat Madura dan Laut Jawa ini memiliki potensi untuk menjadi sunrise property didorong oleh perkembangan infrastruktur dan industri di dalamnya.
“Saat ini, median harga di Gresik menurut data Rumah.com Indonesia Property Market Index (RIPMI) berada pada kisaran Rp 6,4 jutaan, lebih murah daripada Sidoarjo maupun Bangkalan yang turut menjadi pusat industri di Gerbangkertosusila. Indeks harga properti di Gresik secara kuartalan juga sedang tumbuh sebesar 4,53 persen pada Q2 2021 lalu. Indeks ini lebih signifikan daripada wilayah lain di Gerbangkertosusila,” jelas Marine.
Menurut Marine, bagi pencari properti, ketiga wilayah prospektif tersebut bisa menjadi kawasan hunian idaman yang bisa dibeli di tahun 2022 mendatang karena secara umum masih akan menjadi ‘buyer’s market’. Pembeli akan disuguhi berbagai pilihan properti terbaru dengan tawaran promo, diskon, dan hadiah serta suku bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) juga relatif masih rendah.
Lihat Juga :