Kemenparekraf Bakal Reken Jejak Karbon Pelaku Pariwisata
Jum'at, 07 Januari 2022 - 12:39 WIB
loading...
A
A
A
Kegitan pariwisata yang dilakukan menjadi parameter yang digunakan untuk mengitung jejak karbon yang dihasilkan. Hasil dari akumlasi tersebut akan dikonversi menjadi penanaman satu pohon yang setara untuk menyerap karbon yang dihasilkan.
Nantinya pohon yang terkumpul dari para pelaku pariwisata akan ditanami pada 4 lokasi berbeda. Seperti Ekowisata mangrove PIK, Jakarta Utara, Mangrove Edupark Tambakrejo, Semarang, Jawa Tengah. Selanjutnya juga akan ditanam di Konservasi mangorve pesisir bedono, Demak Jawa Tengah, dan Konsevasi mangrove bontang mangrove, Kalimantan Timur.
Baca juga: Mudah, Latihan untuk Meningkatkan Kemampuan IQ Anak
Sandiaga menjelaskan konsep pengembangan pariwisata akan diarahkan pada kualitas dan keberlanjutan ekonomi, kelestarian budaya dan keberlanjutan lingkungan.
"Pergi berwisata ke karang asam, tidak lupa beli oleh-oleh pia, ayo tingkatkan pengembangan sustainable tourism, agar Indonesia berkelanjutan semakin mendunia," tutup Sandiaga.
Nantinya pohon yang terkumpul dari para pelaku pariwisata akan ditanami pada 4 lokasi berbeda. Seperti Ekowisata mangrove PIK, Jakarta Utara, Mangrove Edupark Tambakrejo, Semarang, Jawa Tengah. Selanjutnya juga akan ditanam di Konservasi mangorve pesisir bedono, Demak Jawa Tengah, dan Konsevasi mangrove bontang mangrove, Kalimantan Timur.
Baca juga: Mudah, Latihan untuk Meningkatkan Kemampuan IQ Anak
Sandiaga menjelaskan konsep pengembangan pariwisata akan diarahkan pada kualitas dan keberlanjutan ekonomi, kelestarian budaya dan keberlanjutan lingkungan.
"Pergi berwisata ke karang asam, tidak lupa beli oleh-oleh pia, ayo tingkatkan pengembangan sustainable tourism, agar Indonesia berkelanjutan semakin mendunia," tutup Sandiaga.
(uka)
Lihat Juga :