alexametrics

Bulog Sulsel jamin stok beras aman

loading...
Bulog Sulsel jamin stok beras aman
Ilustrasi
A+ A-
Sindonews.com - Perum Bulog Divisi Regional (Divre) Sulsel menyatakan ketersediaan beras di daerah ini menjelang Ramadan aman.

Bahkan harga beras tidak akan naik walaupun sejumlah bahan makanan lain naik. Sebab stok beras di gudang Bulog masih tersedia 209.000 ton atau cukup untuk 24 bulan ke depan.

“Kebutuhan masyarakat di Sulsel tiap bulannya hanya 7.600 ton. Dengan stok di gudang 209.000 ton, kami menjamin kebutuhan beras di Sulsel bisa sampai 24 bulan ke depan. Jadi menjelang Ramadan, kami jamin kebutuhan beras akan aman,” ujar Kepala Perum Bulog Divre Sulsel Tommy S Sikado di Makassar, Rabu 4 Juli 2012.



Menurutnya, ketersediaan beras di Sulsel yang surplus mendorong Bulog memenuhi kebutuhan beras di daerah lain di kawasan timur Indonesia (KTI). Sejak beberapa bulan terakhir, Sulsel selalu mengirim beras ke beberapa provinsi seperti Maluku, Papua, Kalimantan, NTT, NTB, serta wilayah di Sulawesi.

“Soal berapa jumlah yang kami kirim ke provinsi tersebut berbeda-beda tiap bulannya. Jika di daerah itu terjadi kekurangan cukup besar, kita akan kirim pula dalam jumlah besar. Intinya Bulog memiliki kewajiban untuk meratakan kebutuhan beras. Apalagi Sulsel merupakan sentra produksi beras,” kata dia.

Kebiasaan yang terjadi menjelang Ramadan di mana harga bahan makanan yang naik termasuk beras, tidak akan terjadi tahun ini.Menurutnya, kenaikan harga beras penyebab utamanya adalah stok yang kurang, ditambah pendistibusian yang tidak lancar hingga ke tingkat pengecer.

Oleh karena itu, tahun ini Bulog menjalankan fungsi pengawasan, dengan memantau semua kemungkinan penyebab melonjaknya harga beras di pasaran. “Kalau stok Bulog sudah aman, sisa bagaimana menjaga pendistribusian di lapangan. Sehingga tidak terjadi penumpukan dan membuat harga melambung tinggi,” tuturnya.

Sementara itu, memasuki musim panen paruh kedua di Sulsel yakni pertengahan Juli tahun ini dan puncaknya Agustus hingga September, Bulog siap membeli beras dari petani berapapun yang petani produksi. Untuk harga belinya, masih sama dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 3 Tahun 2012.

“Harga beli untuk beras jadi Rp6.600 per kilogram, sementara untuk gabah kering giling harganya Rp4.200,” tutur Tommy.

Ketua Kelompok Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Sulsel Rahman Daeng Tayang mengatakan, harga beli yang ditetapkan Bulog memberi keuntungan kepada petani beras. Apalagi banyak di antara pembelian yang dilakukan Bulog disepakati sebelum panen dimulai.

“Bulog membeli beras petani sebelum musim panen dengan harga yang tetap sama dengan harga panen. Ini langkah yang berani dan sangat membantu petani di Sulsel,” ujarnya.

Rahman juga menjamin ketersediaan beras di daerah ini aman menjelang Ramadan dengan tingginya hasil panen petani di kuartal pertama 2012.
(gpr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak