alexametrics

Investasi emas nasabah Bali capai Rp22 M

loading...
Investasi emas nasabah Bali capai Rp22 M
Ilustrasi
A+ A-
Sindonews.com - Masyarakat di Bali cukup tertarik berinvestasi lewat emas batangan terbukti dalam setahun terakhir ini tak kurang dana dihimpun mencapai Rp32 miliar dari 250 nasabah.

Dana sebesar itu sebagian besar didapat dari masyarakat Bali dan sisanya berasal dari warga negara asing atau para ekspatriat yang menetap di Pulau Dewata.

Salah satu perusahaan yang bergerak di bidang investasi emas PT First State Futures yang dikenalkan ke Bali sejak tahun 2010, kini berhasil menjaring 250 nasabah.



"Sejak bulan mei 2010, kami terus mengalami peningkatan jumlah nasabah dan dana kelolaan nasabah sejalan dengan naiknya harga emas," kata Investmen Manager PT First State Futures Andre Surya Chandra, Kamis (19/7/2012).

Dari jumlah itu, 90 persen nasabah berasal dari Bali sisanya 10 persen merupakan nasabah ekspatriat yang memilih menginvestasikan uangnya sekira 200-300 juta rupiah untuk membeli emas.

Dia mengatakan, respon investor Bali terhadap investasi tersebut cukup bagus mengingat konsep investasi emas yang sangat berbeda dengan perusahaan lainnya. Adapun konsep ditawarkan yaitu konsep investasi bukan hanya spekulasi ini menggunakan konsep investasi satu arah beli emas yang sangat aman dan cocok karena tren jangka panjang emas.

Harga emas akan selalu mengalami kenaikan, sehingga investor akan merasakan nyaman dan transparan karena dengan sistem investasi ini kesibukan dan waktu kerja investor tidak terganggu.

Untuk itu, pihaknya merancang program Edukasi yang sudah dijalankan konsep investasi sebenarnya dengan cara membeli kontrak emas sesuai dengan standar internasional. Untuk 100 troy ounce per lot atau ekuivalen dengan 3,11 kg (nilainya hampir mendekati Rp1,5 miliar) sehingga para investor kami benar-benar mengerti.

"Dengan konsep ini, diharapkan investor lebih memahami system perdagangan berjangka komoditi sehingga mampu memanfaatkan kemudahan serta fasilitas yang ada di FS Investment," katanya didampingi Vice President-Bali Branch Frans Oentoro dan Invesment Manager Jaka Sungkawa.

Frans oentoro menambahkan, emas dikenal sebagai alat investasi yang selalu menguntungkan. Sebab Orang membeli emas untuk melindungi nilai mata uang Dan aset yang terkena redsiko inflasi.

Momentum pembelian emas biasanya terjadi saat ini menjelang hari-hari libur perayaan seperti Idul Fitri, Diwali, Natal Dan Imlek (Holidays Drive Gold Demand).

Emas juga telah dipercaya sebagai salah satu alat asuransi jaminan masa depan yang terpercaya. Karena sifatnya yang sangat mudah diuangkan kembali, sehingga kapanpun dana segar dibutuhkan dapat dengan segera diperoleh.

Guna mengenalkan bagaimana jenis investasi berjangka ini, pihaknya menggelar pameran selamaa 18-22 Juli 2012 di Mall Bali Galeria, dengan harapan masyarakat semakin faham dengan investasi tersebut.

Perusahaan yang menghimpun dana masyarakat untuk investasi berjangka jenis emas itu tergabung dalam Surya Grpup Company, yang merupakan grup perusahaan besar Indonesia yang bergerak di banyak sektor industri seperti sektor perikanan, ekspor impor, Industri Manufacture, Otomotive, Komoditi, Furniture, Entertainment, Advertising, Keuangan dan Investasi.
(gpr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak