alexametrics

Nasi aking dijadikan campuran untuk membuat tempe

loading...
Nasi aking dijadikan campuran untuk membuat tempe
Ilustrasi
A+ A-
Sindonews.com - Karena tak mau rugi jika terus berproduksi, sejumlah pengrajin tempe di Jombang, Jawa Timur, nekat mencampur bahan kedelai dengan nasi aking.

Hal ini terpaksa dilakukan, agar pengrajin bisa tetap menjual tempe pada pelanggannya dengan ukuran dan harga tempe yang sama.

Pencampuran nasi aking dengan kedelai untuk membuat tempe ini dilakukan sejumlah pengrajin di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, sejak harga kedelai impor naik dua bulan lalu.



Salah satunya seperti yang dilakukan Eko Cahyono, 42, pengrajin tempe di desa Sumberagung Kecamatan Peterongan.

Dalam membuat tempe, Eko sengaja mencampuri bahan kedelainya dengan nasi aking dengan perbandingan 6 kilogram kedelai banding nasi aking 1 kilogram.

Sebab bila menggunakan kedelai saja, menurut Eko hasilnya tak cukup untuk mengembalikan modalnya alias rugi. Sementara jika ukuran tempenya di perkecil atau harganya dinaikkan, Eko khawatir pelanggannya akan komplain.

Diketahui, harga kedelai saat ini sudah naik sangat tinggi sekitar Rp8.000 rupiah per kilogram dari sebelumnya yang hanya Rp5.500 sampai Rp6.000 per kilogram.

Dibandingkan dengan menggunakan bahan kedelai murni, rasa tempe berbahan campuran nasi aking ini memang sedikit berbeda. Namun menurut Eko, setelah diberitahu ternyata banyak pelanggan yang mau mengerti.

Karena harga kedelai terlalu mahal, selain menggunakan nasi aking, sejumlah pengrajin tempe di Jombang lainnya kini juga banyak yang menggunakan singkong untuk bahan campuran membuat tempe.

Eko dan para pengrajin tempe lainnya berharap pemerintah segera mengembalikan harga kedelai pada kisaran normal antara Rp4.500 sampai Rp5.500 per kilogram.
(gpr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak