alexametrics

LPG langka, pangkalan dituduh menimbun

loading...
LPG langka, pangkalan dituduh menimbun
ilustrasi Foto: Okezone
A+ A-
Sindonews.com - Kesal gas LPG semakin langka, warga di Jombang, Jawa Timur, mengamuk dan mendatangi pangkalan gas LPG. Tak hanya melemparkan tabung-tabung LPG ke pintu pangkalan yang tertutup. Warga juga menggeledah bagian dalam gudang untuk mencari kemungkinan adanya gas LPG yang di timbun pemilik pangkalan.

Dengan penuh emosi, puluhan warga termasuk para ibu ini melemparkan Tabung-tabung gasnya yang kosong ke pintu gudang pangkalan LPG di desa Losari, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Senin (13/8/2012) siang.

Warga kesal karena sudah dua pekan lebih mereka kesulitan mendapatkan gas LPG. Warga curiga pemilik pangkalan sengaja menimbun gas LPG agar harga dipasaran naik.



Untuk membuktikan tuduhannya tersebut/ warga juga sempat masuk dan menggeledah bagian dalam gudang. Namun tak menemukan timbunan gas LPG yang dimaksud.

Kekesalan warga ini sangat beralasan, karena selain sulit dicari harga gas LPG kini juga sudah naik mencapai Rp15 ribu pertabung ukuran 3 kilogram. Padahal normalnya harga ukuran 3 kilogram hanya Rp13 ribu saja.

"Sekarang barangnya langka, harganya juga naik jadi Rp15 ribu," ujar salah seorang warga, Yuli.

Sementara pemilik pangkalan membantah tudingan menggelapkan atau menimbun gas LPG di dalam gudang maupun rumahnya. Menurut Suyono, pemilik pangkalan, langkanya gas LPG bukan karena ada gas elpiji yang ia timbun tapi karena pasokan dari agen memang dikurangi.

Menurut Suyono, biasanya perhari ia mendapat kiriman 600 tabung gas LPG, namun saat ini ia hanya mendapat kiriman 90 tabung saja.

"Dari sananya sudah dikurangi, bukan saya timbun," ungkap Suyono.

Warga berharap pemerintah segera mengatasi langka dan mahalnya gas LPG agar kesulitan warga mendapatkan gas pada lebaran mendatang tidak terus terjadi.
(and)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak