alexametrics

2014, Indonesia menuju swasembada beras

loading...
2014, Indonesia menuju swasembada beras
Ilustrasi
A+ A-
Sindonews.com - Pangan dinilai menjadi hal yang sangat penting untuk diperhatikan, mengingat ketidakseimbangan akan kebutuhan pangan dan ketersediaannya.

Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) Israan Noor mengatakan, peningkatan kemandirian pangan Indonesia, bahkan stabilitas pangan internasional memerlukan peran pemerintah pusat, pemerintah daerah baik itu kabupaten dan kota.

"Di samping itu juga seluruh komponen masyarakat baik petani, penyuluh, maupun konsumennya," kata Isran dalam keterangannya di Jakarta, Senin (3/9/2012).



Isran yang baru terpilih sebagai Ketua Umum Kongres Perhimpunan Penyuluh Pertanian Seluruh Indonesia (Perhiptani) menilai, perlu adanya upaya-upaya dalam meningkatkan produksi beras.

"Input teknologi harus masuk, namun itu saja tidak cukup untuk mengatasi masalah pangan, harus diikuti dengan perluasan lahan pertanian," urainya.

Dia menambahkan, mengenai lahan yang tidak ada, perlu adanya prosedur-prosedur yang dijalankan, dan pihaknya akan terus mengupayakan hal itu. Ketidak seimbangan kebutuhan pangan tersebut adalah lanjut Isran, merupakan ancaman krisis pangan yang harus dipikirkan,

"Pemberian kewenangan kepada pemerintah daerah saat ini sangat membantu progress peningkatan kemandirian pangan, karena memang pemda yang tahu kondisi kebutuhan daerahnya," kata dia.

Sejumlah program akan dicanangkan Isran selaku Ketua Perhiptani. Swasembada beras yang pernah sukses pada 1984 silam, hal akan direalisasikan kembali program swasembada beras surplus 2014-2015.

"Upaya yang bisa mengulangi kesuksesan antara lain kita harus mengadopsi program, serta terus berupaya meningkatkan sumber daya manusianya seperti menyejahterakan petani dan memberi perhatian lebih kepada para penyuluh," jelasnya.
(gpr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak