alexametrics

Kemarau, stok beras DIY aman

loading...
Kemarau, stok beras DIY aman
Ilustrasi
A+ A-
Sindonews.com - Musim kemarau yang melanda Indonesia tidak akan banyak perpengaruh terhadap persediaan beras di DIY. Sebab masa panen beras di tingkat petani masih berlangsung. Bahkan banyak petak lahan padi yang belum memasuki masa panen.

Kepala Dinas Pertanian DIY, Nanang Suwandi mengatakan panen padi di DIY dilakukan secara periodic. Disatu lahan sedang panen, namun di lahan yang lain belum saatnya panen. Sehingga dengan model ini, persediaan beras di tingkat petani akan selalu ada. “Panennya tidak bersamaan, dan ini akan menjadikan persediaan lebih aman,” jelas Nanang.

Menurutnya, pemerintah telah menyiapkan dana Cadangan Pangan Nasional (CPN), sebagai pengganti tanaman padi yang puso. Hanya saja alokasi bantuan belum bisa ditentukan. Dana ini akan diberikan kepada petani yang puso, akibat kekeringan, kebanjiran maupun terserang hama. Tahun lalu, alokasi bantuan 3,7 ton bibit padi sebagai pengganti gagal panen. “Bantuan itu melalui program Bantuan Langsung Bibit Unggul (BLBU),” jelasnya.



Dinas saat ini baru mendapatkan laporan dari Kabupaten Kulonprogo, yang terdapat lahan yang puso. Sedangkan empat kabupaten lain belum ada. Termasuk dari Kabupaten Gunungkidul yang kerap menjadi langganan kekeringan dan puso.

Ini tidak lepas dari sisitem irigasi yang lebih baik. Banyak lahan pertanian mendapat aliran air irigasi dari beberapa selokan yang ada, seperti selokan Mataram. “Kekeringan di DIY masih wajar,” tandas Nanang.

Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Kulonprogo, Bambang Tri Budi H, mengaku kekeringan ini menyebabkan 19 hektar lahan padi di tiga kecamatan, puso. Di Kecamatan Samigaluh ada 6 hektar, Kokap 3 hektar dan di Girimulyo 10 hektar. “Akibat kekeringan, masa tanam kedua juga molor,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi kekeringan, dinas menghimbau petani membuat sumur di lahan persawahan. Cara ini akan menjaga ketersediaan air untuk pengairan lahan sawah yang kesulitan mendapatkan air irigasi. “Itu salah satu cara agar bisa bertahan dan tidak ada lagi kekeringan,” jelasnya.

Realisasi produksi padi DIY hingga Agustus, sudah mencapai 790.819 ton Gabah Kering Giling (GKG) atau 90 persen dari target produksi padi DIY 2012 sebesar 877.950 ton GKG. Sedangkan untuk realisasi panen Agustus ini masuk 5.022 ton. Pada bulan Septeber diperkirakan bisa masuk 3.275 ton.
(gpr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak