alexametrics

Konsumsi beras RI tertinggi di Asia Tenggara

loading...
Konsumsi beras RI tertinggi di Asia Tenggara
Ilustrasi
A+ A-
Sindonews.com - Dengan penduduk berejumlah 235 juta yang sebagian besar mengonsumsi beras sebagai makanan pokok, Indonesia jelas memiliki kebutuhan sangat tinggi akan beras.

Tingkat urgensi kebutuhan beras ini diperparah lagi dengan sangat tingginya konsumsi beras per kapita di Indonesia, bahkan tertinggi di Asia Tenggara.

"Konsumsi beras Indonesia tertinggi di Asia Tenggara, mencapai 139,15 kg per kapita. Padahal Malaysia hanya 80 kg, Thailand 90 kg, Vietnam 80 kg," jelas anggota Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kamaluddin dalam diskusi panel "Cetak Biru dan Peta Jalan Menuju Kebangkitan Indonesia" di Gedung PBNU, Jakarta, Kamis (11/102012).



Akibat tingginya kebutuhan beras ini, kini Indonesia menjadi negara pengimpor beras. "Tahun 2011 kita impor beras hampir 2 juta ton," ujar Kamaluddin.

Untuk memenuhi tingginya permintaan beras di dalam negeri ini, Kamaluddin menyarankan pemerintah untuk meningkatkan produktivitas tanaman padi, sebab produktivitas tanaman padi di Indonesia masih rendah. "Produktivitas tanaman rendah, hanya 5-6 juta ton per Ha, harusnya bisa 8 ton," tambahnya.

Peningkatan produktivitas tanaman padi bisa ditingkatkan dengan penggunaan bibit unggul, pemberian pupuk yang berimbang, irigasi yang baik, dan pengendalian alih fungsi lahan.

Selain itu, laju pertumbuhan penduduk harus ditekan. Saat ini penduduk Indonesia telah tumbuh rata-rata 1,49 persen setiap tahunnya. Bila pertambahan penduduk tidak dikendalikan, ketersediaan beras tidak akan mencukupi.

Dengan langkah-langkah konstruktif tersebut, diharapkan Indonesia bisa terbebas dari ketergantungan impor beras. "Kita menghendaki Indonesia dengan segala kelebihan sumber daya yang dimiliki bisa kuat di dalam ketahanan pangan," demikian disampaikan Ketua Umum ISNU Ali Masykur Musa pada kesempatan yang sama.
(gpr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak