alexametrics

Kenaikan TTL berpotensi naikkan harga mamin 5-10%

loading...
Kenaikan TTL berpotensi naikkan harga mamin 5-10%
Ilustrasi
A+ A-
Sindonews.com - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman (Gapmmi) Franky Sibarani mengatakan, industri makanan dan minuman terus mengalami tekanan selama tahun ini, mulai dari kenaikan harga bahan baku, seperti gandum, kedelai, dan gula.

Selain itu, kata dia, kenaikan upah minimum regional (UMR) lebih dari 20-26 persen di wilayah Banten, kenaikan harga gas industri sekira 35 persen per September 2012 dan 15 persen pada awal April 2013, dan demo buruh yang berdampak terhadap produksi.

"Belum lagi masalah lama yang memberatkan industri mamin dan belum teratasi. Yakni, bunga bank yang tinggi terutama untuk UMKM, biaya logistik yang mahal, pungli-pungli, dan infrastruktur yang buruk,” tegas Franky, di Jakarta, Rabu (17/10/2012).



Dia menambahkan, kenaikan tarif tenaga listrik (TTL) dan kendala tersebut berpotensi menaikkan harga sekira 5-10 persen.

"Ini akan menurunkan daya saing di pasar ekspor dan domestik. Karena itu, Gapmmi menolak penaikan TTL," ucapnya.

Direktur Eksekutif IISIA Edward Pinem menuturkan, tarif listrik terhadap HPP baja adalah sekitar 15-20 persen.

"Daya saing produksi dalam negeri sangat lemah. Terjadi over supply karena dengan bea masuk yang sebesar 2,5 persen. Dengan demikian, akan menambah tekanan ke dalam negeri karena dampak ke HPP sekira tiga persen,” ucapnya.
(gpr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak