alexametrics

Bisnis logistik nasional bisa capai USD100 M

loading...
Bisnis logistik nasional bisa capai USD100 M
Ilustrasi
A+ A-
Sindonews.com - Nilai bisnis pengiriman logistik nasional pada tahun 2014 mendatang diperkirakan bisa mencapai USD100 miliar.

Wakil Ketua Umum Gabungan Forwarder dan Ekspedisi Indonesia (Gafeksi) Anwar Sattar mengatakan, nilai bisnis pengiriman logistik nasional bisa meningkat apabila enam kunci penggerak utama logistik dalam Sistem Logistik Nasional (Sislognas) bisa disempurnakan.

Adapun enam kunci tersebut adalah komoditas penggerak utama, yakni infrastruktur transportasi, pelaku dan penyedia jasa logistik, teknologi informasi dan komunikasi, sumber daya manusia logistik, serta regulasi dan kebijakan.



Dia menambahkan, logistik merupakan roh dari perekonomian nasional. Apabila terhambat dan tidak bisa berkembang, maka akan memengaruhi daya saing Indonesia.

“Sislognas itu adalah sebuah panduan. Apabila infrastrukturnya baik, nilai bisnis logistik terus meningkat. Tapi memang, ini era globalisasi, jadi pemain lokal ada yang keluar negeri, lalu asing juga banyak masuk ke Indonesia,” kata Anwar ketika dihubungi di Jakarta, Kamis (18/10/2012).

Ketua Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) Zaldy Ilham Mashita pernah mengatakan, nilai bisnis pengiriman logistik nasional pada tahun ini diperkirakan mencapai USD50 miliar. Dari jumlah itu, porsi bisnis perusahaan-perusahaan asing mencapai 60 persen. “Karena pelayanan mereka lebih bagus dan harga kompetitif,” kata Zaldy.

Lebih lanjut Anwar menjelaskan, apabila enam kunci penggerak utama logistik nasional bisa disempurnakan, maka Indonesia bisa bersaing dalam ASEAN Economic Community (AEC) tahun 2015.
Bahkan, lanjutnya, Indonesia juga bisa bersaing di wilayah Asia.

Dia mengatakan, saat ini, 60-70 persen pergerakan ekspor dan impor terjadi di Tanjung Priok. Apabila pembangunan Pelabuhan North Kalibaru di Tanjung Priok bisa segera diselesaikan, maka bisa menampung sebanyak 11-12 juta twenty foot equivalent units (TEUs) peti kemas dari saat ini yang hanya 6 juta TEUs.
(rna)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak