alexametrics

Dry port tingkatkan perdagangan RI-Malaysia

loading...
Dry port tingkatkan perdagangan RI-Malaysia
Ilustrasi
A+ A-
Sindonews.com - Dry port di Kawasan Entikong, Kabupaten Sanggau Indonesia dan Pelabuhan Tebedu Inland di Serawak Malaysia diperkirakan akan semakin meningkatkan kapasitas dagang antara Indonesia dan Malaysia dalam menghadapi Asean Economic Community (AEC) pada 2015 mendatang.

Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bidang Perdagangan, Distribusi dan Logistik Natsir Mansyur mengatakan, wilayah Kuching di Serawak merupakan potensi yang besar bagi Indonesia, terutama Kalimantan untuk memasuki Malaysia.

“Mau tidak mau Indonesia dan Malaysia akan termasuk dalam satu kesatuan area dagang,” kata Natsir dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (18/10/2012).



Dia menambahkan, arus barang dari Indonesia bisa memasuki dry port yang ada di Entikong, lalu berlanjut ke pelabuhan Tebedu Inland untuk kemudian didistribusikan di wilayah Malaysia. “Sehingga dalam waktu dekat, dry port yang ada di Entikong dan di Badau serta pelabuhan Tebedu bisa lebih disinergikan agar transaksi perdagangan lebih meningkat,” ucapnya.

Meningkatnya perdagangan antara Indonesia dan Malaysia di kawasan itu terlihat dari jumlah kapasitas yang mecapai 600 TEUS saat enam bulan pertama operasi di Pelabuhan Tebedu dan hingga kini kapasitasnya meningkat hingga 1.000 twenty foot equivalent units (TEUs).

Menurutnya, peluang-peluang ekspor Indonesia ke Serawak meliputi produk makanan, produk tekstil dan manufaktur. Sementara itu, Wakil Ketua Umum Kadin bidang Koordinator Wilayah Tengah Endang Kesumayadi menuturkan, dry port dan pelabuhan tersebut diharapkan bisa menjadi gerbang untuk arus logistik ekspor impor dan kargo.

“Jika dulu barang-barang yang beredar banyak yang ilegal, nanti akan menjadi legal sehingga pemasukan bagi pemerintah akan meningkat dari transaksi perdagangan,” katanya.

Ketua Kadin Serawak Datuk Abdul Karim mengatakan, Serawak sudah mulai mengimpor sejumlah produk makanan dari Indonesia, seperti mie instan dan minuman instan. “Peluang ada bagi Indonesia untuk memasuki pasar produk halal di Malaysia. Kita juga memembuka kesempatan kerjasama bagi pariwisata serta pelaku UKM terutama dari sektor agribisnis, seperti CPO dan Karet,” katanya.
(rna)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak