alexametrics

Indonesia pernah impor beras dari India

loading...
Indonesia pernah impor beras dari India
Ilustrasi
A+ A-
Sindonews.com - Dulu, Indonesia meyakini diri sebagai negara agraris dengan lahan pertanian dan produksi padi yang luas. Namun kini, Indonesia harus mengimpor beras dari negara luar, salah satunya yakni India.

Duta Besar Indonesia untuk India Andi Galib mengaku heran bahwa Indonesia yang memiliki banyak lumbung padi, masih harus mengimpor beras dari India. Apalagi, lanjutnya, Indonesia adalah negara dengan penduduk terbesar keempat di dunia dengan pemakan beras terbanyak.

"Bangsa yang besar, penduduk terbesar keempat di dunia, setelah Cina, India, Amerika, pemakan beras terbanyak, asal tahu saja kita impor dari India. Selama saya duta besar di India itu pernah impor. Saya lupa angkanya, coba dicek ke Bulog, yang jelas Januari kemarin kita impor," katanya saat berkunjung ke Balaikota Depok, Selasa (23/10/12).



Karena itu, lanjutnya, saat ini sudah saatnya untuk menggalakkan kampanye konsumsi makanan karbo lokal nonpadi seperti beras analog yang terbuat dari tepung jagung dan sagu. Lalu juga bisa diganti dengan umbi-umbian.

"Saya tertarik karena makanan ini bisa menggantikan beras mengandung rendah gula, tetap sama kualitas rasanya, kurangi resiko penyakit diabetes. Gerakan One Day No Rice lahir di Depok untuk bangsa dan negara kedepan. Rasanya juga enak sekali," ungkapnya.

Dia meminta para akademisi untuk menyebarkan kampanye tersebut sebagai makanan alternatif untuk mengurangi impor dan konsumsi beras. Dia mengaku akan mempropagandakan gerakan tersebut dengan menyuguhkan makanan nonberas kepada para diplomat di kedutaan besar.

"Saya akan sebarkan di kalangan diplomat, ini perlu proses asimilasi. Akan saya sampaikan ke orang lain. Apalagi wanita India kan gemuk-gemuk, pasti mereka tertarik," tuturnya.

Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail mengatakan, saat ini Depok bukan dalam posisi kota swasembada beras analog, tetapi bagaimana caranya menciptakan ketahanan pangan. Sebab, Nur Mahmudi mengklaim, di Depok tersedia berbagai bahan pokok yang dapat diperlukan untuk memperkenalkan ketahanan pangan baru, produk lokal karbo lokal nonpadi.

"Untuk agro industri harus sesuai dengan iklim lahan, Depok tujuannya bukan itu. Tetapi memfasilitasi pelaku usaha untuk berkreatifitas. Depok bukan supply bahan baku pertanian, tetapi jadi tempat mengintegrasikan ide dan gagasan," imbuhnya.
(rna)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak