alexametrics

September, pengangguran di Jepang 4,2%

loading...
A+ A-
Sindonews.com - Kementerian Urusan Internal Jepang menyatakan, tingkat pengangguran negara tersebut pada September tetap di level 4,2 persen, sama dengan bulan sebelumnya. Angka tersebut juga sejalan dengan perkiraan rata-rata dari ekonom.

“Jumlah orang yang bekerja disesuaikan secara musiman naik 0,1 persen atau 60.000 orang menjadi 62,69 juta, sedangkan jumlah pengangguran naik 0,4 persen atau 10.000 orang menjadi 2,73 juta,” ujar kementerian dalam laporannya dilansir AFP, kemarin.

Sementara, jumlah pengangguran kaum pria turun tipis menjadi 4,4 persen dari sebelumnya 4,5 persen, sedangkan tingkat pengangguran perempuan naik menjadi 3,8 persen dari 3,7 persen.



Kantor berita Xinhua melaporkan, saat ini sejumlah proyek pembangunan Jepang dan sektor rekonstruksi lainnya yang terkait telah mendorong tumbuhnya lapangan pekerjaan. Salah satunya pembangunan kembali wilayah yang terkena bencana gempa dan tsunami Maret tahun lalu.

Namun, pemulihan pascabencana akibat ketidakpastian ekonomi global disertai penguatan yen yang membebani permintaan untuk produk-produk Jepang di luar negeri tengah mengalami perlambatan.

Data terpisah dari kementerian menunjukkan, anggaran belanja rumah tangga menyusut 0,9 persen pada September, setelah sempat menguat sebesar 1,8 persen pada Agustus lalu.

Pada saat yang sama negara dengan ekonomi terbesar ketiga di dunia tersebut berisiko terkontraksi pada semester II tahun ini akibat permasalahan sengketa kepulauan dengan China sehingga melemahkan ekspor. Untuk itu, Pemerintah Jepang pekan lalu mengumumkan dana stimulus baru sebesar 750 miliar yen (USD9,5 miliar) guna menopang pertumbuhan ekonominya.

Laporan Kementerian Keuangan Jepang pekan lalu menunjukkan, ekspor Negeri Sakura turun 10,3 persen pada September, di mana merupakan penurunan terbesar sejak bencana tahun lalu.

“Penjualan ritel juga naik kurang dari perkiraan pada bulan yang sama dengan berakhirnya subsidi pemerintah untuk pembelian mobil yang menghantam permintaan,” papar laporan tersebut.

Seperti diketahui pada Senin (29/10), produsen automotif Jepang Honda Motor Co telah memangkas perkiraan laba setahun penuh sebesar 20 persen akibat turunnya permintaan dari konsumen asal China. Sementara, produsen kamera terbesar dunia Canon Inc juga memotong perkiraan labanya untuk setahun penuh.
(gpr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak