alexametrics

SK Migas: Tidak benar BP Migas nunggak Rp78 T

loading...
SK Migas: Tidak benar BP Migas nunggak Rp78 T
Ilustrasi
A+ A-
Sindonews.com - Satuan Kerja Sementara Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SK Migas), badan pengganti BP Migas, membantah pemberitaan di berbagai media massa yang menyatakan BP Migas memiliki tunggakan hingga Rp78 triliun.

"Kok kita dibilang punya tunggakan? Hasil penjualan Minyak Mentah dan Gas Bumi kan tidak ada yang lewat rekening BP Migas. Seluruh transaksi penjualan migas, uangnya langsung masuk ke Rekening Menteri Keuangan di Bank Indonesia" kata Kepala Dinas Hubungan Kemasyarakatan dan Kelembagaan SK Migas A Rinto Pudyantoro kepada Sindonews di Wisma Mulia, Jakarta, Selasa (27/11/2012).

Rinto menjelaskan, kekurangan Rp78 triliun yang disebut sebagai tunggakan di berbagai media massa kemungkinan terjadi karena ada perbedaan faktor pengurangan, antara yang dianggarkan pada saat penyususnan APBN dibandingkan dengan realisasinya.



"kami tidak paham jumlah faktor pengurang tersebut (seperti PBB Migas, DMO Fee, dan sebagainya). Ada faktor pengurang yang di luar kendali kita. Jadi sebenarnya tidak ada tunggakan," terang dia.

Tugas BP Migas, lanjutnya, hanya sebatas menjual minyak dan gas bumi dan transaksinya dalam US dolar. SK Migas tidak memiliki rekening untuk menampung hasil penjualan. Seluruh pembayaran langsung disetorkan oleh pembeli ke rekening Kemenkeu di Bank Indonesia (BI), sehingga mustahil BP Migas menunggak.

"Ketika penjualan kita lakukan, mereka membayar ke rekening Kementerian Keuangan di BI. Enggak ada yang mampir ke BP Migas sedikit pun. Tugas BP Migas selesai di penjualan minyak dan gas bumi tersebut," tutur Rinto.

Lebih lanjut, Rinto juga menyampaikan penerimaan negara dari hasil penjualan migas yang dilakukan oleh BP Migas tahun 2012 ini melampaui target. Dengan kata lain, BP Migas tidak menunggak, tapi justru surplus.

"Menurut outlook, diperkirakan Penerimaan Negara dari sektor Hulu Migas akan mencapai USD35,973 miliar atau 107 persen dari target APBN" tutupnya.
(gpr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak