alexametrics

Masalah Pangan

Hatta bantah Kementerian yang dibawahinya tak harmonis

loading...
Hatta bantah Kementerian yang dibawahinya tak harmonis
Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Hatta Rajasa/Foto: Ist
A+ A-
Sindonews.com - Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Hatta Rajasa membantah kabar yang menyebutkan hubungan jajaran Kementerian yang dibawahinya tidak harmonis terkait masalah pangan.

"Tidak (benar) ada seperti itu, karena intinya kan kalau Pertanian ingin produksi bahan pangan semaksimal mungkin dari dalam, sedangkan Perdagangan melakukan impor karena setelah melihat kebutuhan pangan tidak cukup," tegas Hatta di JW Marriot, Jakarta, Senin (10/12/2012).

Sebagai buktinya, sambung Hatta, pihaknya rutin melakukan Koordinasi setiap pekannya untuk membahas kecukupan pangan terlebih dalam hal menjaga inflasi harga.



"Kalau dibilang tidak harmonis, tidak benar. Setiap minggu saya lakukan rapat koordinasi pangan dan ketat. Kalau tidak kerja sama kita tidak bisa menjaga inflasi rendah," tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, Kementerian Perdagangan ragu kuota impor daging sapi untuk tahun 2013 sebesar 80 ribu ton yang telah disepakati dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Kemenko Perekonomian akan mencukupi.

"Kalau melihat di Kemenko kesepakatannya, dari itu kemudian para menteri concern melihat kenaikan harga terus, ini harus dilihat kenapa naik terus. Padahal, sudah ditetapkan jumlah sebelumnya," terang Plt Dirjen Perdagangan Luar Negeri Bachrul Chairi di Kementerian Perdagangan, akhir pekan kemarin.

Namun, Bachrul tidak ingin buru-buru menjustifikasi bahwa kekurangan suplai daging sapi tersebut terjadi akibat kuota impor yang terlalu kecil. Ada berbagai kemungkinan lain yang menyebabkan krisis daging sapi, seperti kurang lancarnya distribusi daging dari dalam negeri, atau kurangnya komponen dalam kalkulasi.
(gpr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak