alexametrics

Harga gas disetujui

ESSA ubah alokasi dana IPO

loading...
ESSA ubah alokasi dana IPO
Ilustrasi
A+ A-
Sindonews.com - PT Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA) mengubah alokasi dana hasil penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) dari sebelumnya untuk mendanai pengembangan pabrik liquefied petroleum gas (LPG) dan pembayaran utang kepada Bank UOB Indonesia menjadi untuk pengembangan anak usahanya, yakni PT Panca Amara Utama (PAU).

Corporate Secretary & Head of Investor Relations ESSA Kanishk Laroya mengatakan, perubahan alokasi dana hasil IPO tersebut seiring diperolehnya kesepakatan harga pasokan gas PAU dari joint operating body Pertamina Medco Tomori Sulawesi selaku pemasok gas ke PAU.

"PAU telah memperoleh kabar dari joint operating body Pertamina Medco Tomori Sulawesi bahwa harga pasokan gas PAU telah memperoleh persetujuan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)," kata dia dalam keterangannya di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (14/12/2012).



Persetujuan harga pasokan gas merupakan langkah untuk mendapatkan persetujuan akhir dari SK Migas atas pokok perjanjian jual beli gas yang disepakati antara joint operating body Pertamina Medco Tomori Sulawesi dengan PAU.

Disamping itu, PAU juga telah menunjuk kontraktor EPC dari Jepang untuk membangun pabrik amoniak dengan skema turn-key. Seperti diketahui, emiten yang bergerak di bidang pemurnian dan pengelohan gas bumi untuk menghasilkan LPG dan kondesat, ini melakukan pencatatan saham perdana di Bursa pada 1 Februari 2012.

Pada saat itu, perseroan melepas sekitar 25 persen sahamnya atau setara 250 juta lembar saham ke publik pada harga Rp610 per lembar. Adapun, dana yang diperoleh perseroan dari gelaran IPO tersebut mencapai Rp152,5 miliar. Dana tersebut awalnya akan digunakan sekitar 75 persen untuk pengembangan kilang dan sisanya sebanyak 25 persen untuk membayar utang kepada Bank UOB Indonesia.
(rna)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak