alexametrics

Bangun pabrik amoniak

ESSA akan siapkan dana USD150 Juta

loading...
ESSA akan siapkan dana USD150 Juta
Ilustrasi
A+ A-
Sindonews.com - PT Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA) akan menyiapkan dana sebesar USD150 juta untuk pengembangan anak usahanya, yakni PT Panca Amara Utama (PAU). Dana tersebut dialokasikan untuk tambahan investasi pembangunan pabrik amoniak di Banggai, Sulawesi Tengah.

Adapun total nilai investasi pembangunan pabrik amoniak berkapasitas produksi 700 ribu metrik ton (MT) tersebut mencapai Rp7,2 triliun. Proyek ini ditargetkan akan mulai konstruksi pada kuartal II tahun depan dan diperkirakan bisa beroperasi secara komersil pada kuartal III/2015.

Direktur Keuangan ESSA Isenta Hioe mengatakan, dari kebutuhan investasi tersebut, perseroan memastikan akan meraih sumber dana dari International Finance Corporation (IFC) sebesar USD500 juta. Dri nilai itu, sebanyak USD100 juta merupakan pinjaman dari IFC, sedangkan USD400 juta akan didapatkan dari pinjaman sindikasi bank yang difasilitasi oleh IFC.



Sementara itu, perseroan masih membutuhkan dana dana sekitar USD250 juta untuk mendanai pembangunan pabrik tersebut. Akhirnya, perseroan mengalihkan penggunaan dana penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO). "Kami masih harus menambahkan dana investasi dari dana IPO," ujar Issenta di Jakarta, akhir pekan lalu.

Awalnya, 75 persen dana IPO dialokasikan untuk mengembangkan refinery LPG yang akan dilengkapi dengan teknologi baru. Sedangkan sisanya, 25 persen untuk pembayaran utang Bank UOB senilai USD43 juta. Pinjaman tersebut digunakan perseroan untuk mengakuisisi 60 persen saham PAU pada Agustus 2011 lalu.

Perseroan juga akan menambah kekurangan dana investasi dari pihak eksternal, yaitu pinjaman bank, dan melepas kepemilikan melalui mekanisme penerbitan saham tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (Non-HMETD). Sisa kebutuhan pengembangan PAU sebesar USD250 juta. Dengan porsi saham 60 persen di PAU, perseroan perlu menyiapkan USD150 juta.

“Pembiayaannya, akan kami peroleh dari pinjaman bank, kas internal, dan non-HMETD,” ujar dia.
(rna)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak