Soal Aturan BPA Kemasan Pangan, Industri Diminta Tak Intervensi

Kamis, 03 Maret 2022 - 00:06 WIB
loading...
Soal Aturan BPA Kemasan...
Masyarakat perlu mewaspadai penggunaan plastik kemasan pangan yang mengandung BPA. FOTO/Ilustrasi/Getty Image
A A A
JAKARTA - Asosiasi Perusahaan Air Kemasan Indonesia (Aspadin) diminta tidak mengintervensi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terkait pembuatan aturan pelabelan Bisphenol A atau BPA . Paparan Bisphenol A yang ada dalam plastik kemasan makanan membahayakan kesehatan karena itu penggunaan kandungan tersebut harus dibatasi melalui aturan yang tegas.

"Apalagi asosiasi itu sampai mengeluarkan pernyataan yang menjamin 100% bahwa air minum dalam galon gaman dikonsumsi," kata Koordinator Advokasi FMCG Insights, Willy Hanafi dikutip melalui pernyataannya, Rabu (2/3/2022).

Baca Juga: Komnas PA Minta Hasil Penelitian BPOM Terkait Zat BPA dalam Kemasan Dibuka ke Publik

Menurut dia BPOM pasti telah memiliki kajian mendalam sehingga mempertimbangkan membuat aturan tersebut. Kandungan BPA banyak ditemukan pada kemasan makanan yang sering digunakan masyarakat termasuk anak-anak. "Kami minta agar pengusaha tidak melakukan intervensi tugas lembaga pemerintah," kata dia.

Dia menjelaskan, aturan label BPA tidak melarang penggunaan galon isi ulang, tapi hanya melabelinya agar konsumen mendapat informasi menyeluruh.

"Informasi yang benar dan pasti tentang suatu produk merupakan hak konsumen yang dijamin dalam Undang-Undang Perlindungan Konsumen," kata Willy.

Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan BPOM Rita Endang mengungkapkan kandungan BPA ditemukan pada berbagai produk yang digunakan masyarakat. Produk itu meliputi, antara lain, botol plastik minuman termasuk galon isi ulang, pelapis kaleng makanan, produk kebersihan, pipa penyalur air, hingga plastik penambal gigi.

Hal itu didasarkan atas uji sampel postmarket yang dilakukan BPOM selama periode 2021-2022 di seluruh Indonesia. Hasilnya adalah kelompok rentang bayi (usia 6-11 bulan) berisiko terpapar BPA 2,4 kali dari batas aman sementara anak-anak (usia 1-3 tahun) 2,12 kali.

BPOM mulai merencanakan revisi pelabelan BPA pada galon berbahan polikarbonat, antara lain karena belajar dari tren di banyak negara. Di sejumlah negara, galon berbahan polikarbonat sudah dilarang beredar jika tidak mencantumkan label peringatan potensi bahaya BPA.

Baca Juga: Perubahan Peraturan BPOM untuk Lindungi Anak-anak dari Bahaya Zat BPA

"Negara Bagian California di Amerika Serikat misalnya telah menerapkan aturan tersebut sejak 2015," kata dia.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Antisipasi Lonjakan...
Antisipasi Lonjakan Harga Obat, BPOM Permudah Perizinan Bahan Baku Impor
BPOM Perketat Batas...
BPOM Perketat Batas Migrasi BPA Galon Guna Tekan Risiko Pubertas Dini
Harga Sama, KKI Soroti...
Harga Sama, KKI Soroti Diskriminasi Kualitas Galon Guna Ulang di Pasaran
KKI Ingatkan ke Konsumen...
KKI Ingatkan ke Konsumen Galon Guna Ulang Ada Batas Masa Pakainya
Siap-siap! Lonjakan...
Siap-siap! Lonjakan Biaya Plastik Picu Kenaikan Harga Minyak Goreng
Krisis Bahan Baku Plastik,...
Krisis Bahan Baku Plastik, Pemerintah Jajaki Impor Kemasan dari Malaysia hingga Rusia
BPOM: 99,76 Persen AMDK...
BPOM: 99,76 Persen AMDK Merupakan Produk Dalam Negeri
Perluas Jaringan di...
Perluas Jaringan di 30 Titik Indonesia, Nia Nature Sediakan Suplemen Herbal Berstandar BPOM
Bongkar Gudang Penyimpanan...
Bongkar Gudang Penyimpanan Kosmetik Impor Ilegal di Tangerang, BPOM Ungkap Modus Operandi dan Peredaran
Rekomendasi
Periksa Hilman Latief,...
Periksa Hilman Latief, KPK Telusuri Pihak yang Inisiasi Pembagian Kuota Haji Tambahan
Pengaruh Wali Kota Muslim...
Pengaruh Wali Kota Muslim New York Ini Makin Kuat, Siapa yang Didukungnya Menang!
10 Tahun Brexit, Mayoritas...
10 Tahun Brexit, Mayoritas Rakyat Inggris Menyesal!
Berita Terkini
ONDA Bidik Kebutuhan...
ONDA Bidik Kebutuhan Renovasi Rumah dengan Sistem Terintegrasi
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
Gandeng Mitra Global,...
Gandeng Mitra Global, PT WCS Dorong Ekosistem Pertanian Berbasis Digital
Telkom Catat Pendapatan...
Telkom Catat Pendapatan Rp146,7 Triliun, DPR Minta Soliditas Dijaga
Kemenkop dan Rumah Energi...
Kemenkop dan Rumah Energi Dorong Koperasi Jadi Motor Transisi Energi
Plaza Seremoni IKN Karya...
Plaza Seremoni IKN Karya Brantas Abipraya Raih Penghargaan Lanskap Internasional MLAA 2026
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved