alexametrics

Thailand gagal atasi kenaikan harga pangan

loading...
Thailand gagal atasi kenaikan harga pangan
Foto: Ilustrasi/Istimewa
A+ A-
Sindonews.com - Thailand melaporkan telah mengalami inflasi tertinggi dalam 13 bulan terakhir melebihi perkiraan para ekonom. Upaya pemerintah memberikan subsidi gagal melawan kenaikan harga pangan.

Indeks harga konsumen naik 3,63 persen bulan lalu dari tahun sebelumnya. Tercatat, Bank Sentral Thailand telah menurunkan suku bunga acuan dua kali sejak tahun lalu untuk mendukung pertumbuhan ekonomi pasca banjir besar pada 2011 dan melemahnya permintaan ekspor.

Pemerintah juga menaikkan upah minimum dan menawarkan subsidi pajak untuk meningkatkan konsumsi pasar. "Kami berharap bank sentral tidak mengubah suku bunga acuan, setidaknya sampai semester pertama. Kecuali jika terjadi gejolak ekonomi global," kata Sarun Sunansathaporn, ekonom Tisco Securities Co Bangkok, seperti dilansir Bloomberg, Rabu (2/1/2013).



Perdana Menteri Thailand, Yingluck Shinawatra dilaporkan telah memperpanjang pemotongan pajak hingga akhir Januari dan menyetujui kebijakan baru kenaikan upah minimum harian sebesar 300 baht (USD9,8) pada awal tahun ini. Sebelumnya, kenaikan upah harian dilakukan pemerintah pada April 2012 lalu di tujuh provinsi.

Dilaporkan pula, rata-rata harga kebutuhan konsumen di Thailand naik 0,39 persen pada Desember 2012. Inflasi rata-rata 3,02 persen, dan diprediksi akan terjadi kenaikan harga dari 2,8 persen menjadi 3,4 persen pada 2013.
(dmd)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak