alexametrics

Pembatasan waralaba restoran

Mendag: Waralaba asing tak perlu khawatir

loading...
Mendag: Waralaba asing tak perlu khawatir
Ilustrasi/ist
A+ A-
Sindonews.com - Menteri Perdagangan (Mendag), Gita Wirjawan meminta para pemegang lisensi waralaba restoran asing tidak khawatir dengan diberlakukannya Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No 7/2013 tentang pembatasan waralaba restoran.

Seperti diketahui, dalam Permendag tersebut jumlah gerai waralaba restoran yang boleh dimiliki sepenuhnya oleh sang pemilik lisensi waralaba dibatasi hanya 250 gerai. Akibatnya, waralaba restoran asing seperti Kentucky Fried Chicken (KFC) harus melepaskan sebagian kepemilikan ratusan gerainya di seluruh Indonesia.

Namun, jelas Mendag, para pemilik lisensi waralaba restoran asing tetap dapat memegang mayoritas kepemilikan seluruh gerainya. Pasalnya, pemilik lisensi waralaba restoran mendapat kemudahan dengan tidak perlu sepenuhnya melepas kepemilikan anak usahanya ke pengusaha lain.



"Saya rasa kita sudah lakukan sosialisasi berbulan-bulan. Itu yang perlu kita garisbawahi lagi adalah setelah 250 unit, mereka masih memiliki kesempatan memiliki mayoritas 70 persen atau 60 persen dari masing-masing outlet setelah 250," terang Gita usai mengisi Kuliah Umum di Universitas As-Syafi`iyah, Bekasi, Selasa (26/2/2013).

Pada Pasal 5 beleid ini, pemilik waralaba bisa memilih opsi pola penyertaan modal, menggandeng pengusaha lokal di lokasi gerai itu berdiri.

Jika nilai investasi sebuah gerai kurang dari atau setara Rp10 miliar, maka penyertaan modal dari pihak lain paling sedikit 40 persen. Sementara jika nilai investasinya lebih dari Rp10 miliar, maka penyertaan modal dari pihak lain minimal 30 persen. Selebihnya, manajemen tetap dikontrol pemilik lisensi waralaba.

Dengan demikian, para pemilik lisensi waralaba restoran masih dapat memegang kendali atas seluruh gerai waralaba restoran. "Dan mereka masih memiliki kapasitas untuk mengontrol manajemen," tutup Gita.
(izz)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak