alexametrics

Bangun pabrik, KAEF pilih terbitkan obligasi

loading...
Bangun pabrik, KAEF pilih terbitkan obligasi
Ilustrasi
A+ A-
Sindonews.com - PT Kimia Farma Tbk (KAEF) tengah menjajaki sejumlah skema penggalangan dana untuk membiayai rencana ekspansi perseroan pada tahun ini, salah satunya dengan menerbitkan obligasi. Saat ini, perseroan sedang menjalani proses pemeringkatan oleh PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo).

"Kita kan mau ekspansi bisnis, artinya kita butuh pengembangan. (Dana untuk pengembangan) Itu kan bisa dari pasar modal, bisa berupa penerbitan right issue atau obligasi," terang Direktur Utama KAEF Rusdi Rosman di Crowne Plaza, Jakarta, Selasa (26/2/2013) malam.

Namun demikian, dirinya belum bisa memastikan skema mana yang akan ditempuh perseroan. Pasalnya, saat ini pihaknya masih menunggu hasil pemeringkatan oleh Pefindo.
"Belum tahu karena kita sedang pemeringkatan terlebih dahulu," tegasnya.



Diakui Rusdi, perseroan sebenarnya berniat melakukan right issue. Namun, sebagai perusahaan pelat merah, perseroan harus terlebih dahulu memenuhi syarat yang diberikan DPR.

Dimana, DPR meminta rights issue baru bisa dilakukan setelah proses restrukturisasi BUMN farmasi yang melibatkan Indofarma rampung. "Sebelumnya kan mau right issue, tapi harus persetujuan DPR. Akhirnya opsi lain, kami berencana menerbitkan obligasi. Sekarang masih di-rating, mungkin semester ini," jelasnya.

Perseroan sebelumnya sempat menargetkan dana dari obligasi Rp1 triliun. Dengan menggunakan laporan keuangan Desember 2012, aksi korporasi ini diharapkan bisa direalisasikan pada Juni 2013.

Dana tersebut nantinya akan digunakan untuk melakukan ekspansi usaha berupa pembangunan pabrik baru senilai Rp500 miliar. Saat ini perseroan memiliki dana sebesar Rp260 miliar.

"Dananya dari bank dan cash on hand perusahan saat ini ada sekitar Rp260 miliar, cash flow kita sangat sehat," tutur dia.
(rna)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak