Putin Bakal Datang ke Indonesia, Ini Saran untuk Pemerintah!

Kamis, 24 Maret 2022 - 19:55 WIB
loading...
Putin Bakal Datang ke...
Putin dikabarkan akan menghadiri pertemuan G20 di Indonesia. Foto/Reuters
A A A
JAKARTA - Kehadiran Presiden Rusia Vladimir Putin sebagai perwakilan dari negara peserta G20 di Indonesia merupakan momentum yang tepat untuk meredakan konflik yang terjadi antara Rusia dan Ukraina.

Baca juga: Diminta Bayar Gas Pakai Rubel, Pembeli Eropa Kelimpungan

Direktur Center of Economic and Law Studie (Celios) Bhima Yudhistira mengakan, jika Putin datang ke Indonesia saat Presidensi G20, maka harus disambut positif.

"Ini merupakan kesempatan bagi Indonesia untuk mendamaikan kedua belah pihak, antara Eropa dan Amerika sebagai anggota G20," kata Bima saat dihubungi MNC Portal, Kamis (24/3/2022).

Menurutnya, Presiden Joko Widodo memiliki tugas yang cukup penting untuk meredakan pihak-pihak yang bersitegang tersebut. Presiden perlu menyinggung dampak ekonomi global akibat perang tersebut, di saat perekonomian baru mulai pulih pasca-pandemi.

"Presiden perlu mengingatkan kepada Rusia, bahwa invasi yang dilakukannya membawa instabilitas terhadap perekonomian secara global," sambung Bima.



Negara miskin dan berkembang, termasuk Indonesia, akan menanggung dampak secara ekonomi jika invasi militer Rusia ke Ukraina terus berlanjut. Salah satu dampaknya, inflasi yang naik.

"Karena ada inflasi yang tinggi, fluktuasi nilai tukar, keluarnya modal asing dari Indonesia, dikhawatirkan juga berdampak pada stabilitas harga kebutuhan pokok di dalam negeri," kata Bima.

Indonesia sebagai salah satu negara yang tidak menjatuhkan sanksi apa pun kepada Rusia memiliki pengaruh untuk berbicara secara langsung kepada negara-negara yang tengah berkonflik.

Pertemuan tersebut diharapkan tidak hanya sebatas membahas kerja sama di bidang ekonomi. Namun hal yang paling penting untuk ditangani terlebih dahulu adalah kedamaian antar-negara dan konflik kemanusiaan.

Baca juga: Jangan Salah Kaprah, Punya NFT Bukan Jalan Pintas Jadi Crazy Rich

"Presiden bisa mengingatkan kepada Amerika Serikat maupun Rusia bahwa saat ini fokusnya adalah pemulihan ekonomi. Jadi jangan diganggu terlebih dahulu dengan adanya konflik," pungkas Bhima.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rubel Jadi Mata Uang...
Rubel Jadi Mata Uang Terkuat di Dunia, Sanksi Barat ke Rusia Tak Mempan
Eropa Diam-diam Borong...
Eropa Diam-diam Borong Gas Rusia hingga Tembus Rekor, Terjebak Skenario Krisis Energi?
Ekonomi Rusia Menyusut...
Ekonomi Rusia Menyusut tapi Rakyatnya Makin Kaya, Moskow Kebal Sanksi Barat?
Ekonomi RI 5,61% Tertinggi...
Ekonomi RI 5,61% Tertinggi di G20, Airlangga Akui Berkat Momentum Ramadan dan Lebaran
Rusia Tebar Diskon Gas...
Rusia Tebar Diskon Gas ke China Sampai 2029, Lebih Murah dari Eropa
Bahlil Pastikan Indonesia...
Bahlil Pastikan Indonesia Dapat Pasokan Minyak Mentah dan LPG dari Rusia
Partai Pro-Barat Menang...
Partai Pro-Barat Menang Pemilu Armenia, Pukulan Telak bagi Rusia
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Meningkat, Perang Hadir di Depan Rumah Warga Rusia
140 Drone Ukraina Hajar...
140 Drone Ukraina Hajar St Petersburg, Rusia: Serangan Ini Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
Rekomendasi
Mungkinkah Turki Serius...
Mungkinkah Turki Serius Hidupkan Kembali Kekuasaan Kekaisaran Ottoman untuk Membebaskan Yerusalem?
Kasus Mega Korupsi BGN...
Kasus Mega Korupsi BGN dan Kitas-Kitap
Konstruksi Perkara Suap...
Konstruksi Perkara Suap Bupati Muara Enim, KPK: Ada Uang Rp500 Juta untuk Jaga Hubungan Baik
Berita Terkini
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
Pertamax Naik Rp3.950...
Pertamax Naik Rp3.950 Jadi Rp16.250/Liter, Ini Daftar Lengkap Harga BBM di SPBU Pertamina
Harga BBM Pertamax Cs...
Harga BBM Pertamax Cs Resmi Naik per Rabu 10 Juni 2026, Pertalite dan Solar Subsidi Tetap
BI Rate Naik Demi Menahan...
BI Rate Naik Demi Menahan Tekanan Rupiah dan Capital Outflow
Dirut Perkebunan Nusantara...
Dirut Perkebunan Nusantara III Dorong Pemuda Jadi Motor Transformasi Perkebunan
Ekonom: Kebijakan BI...
Ekonom: Kebijakan BI dan Pemerintah Memperkuat Rupiah Sudah Tepat
Infografis
APBN Pernah Jebol Nyaris...
APBN Pernah Jebol Nyaris Rp1.000 Triliun, Ini 6 Defisit Terbesar Sepanjang Sejarah Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved