Wall Street Dibuka Positif Menyusul Pertemuan AS dan NATO

Kamis, 24 Maret 2022 - 22:20 WIB
loading...
Wall Street Dibuka Positif...
Wall Street dibuka naik dipicu pertemuan AS dan NATO. Foto/VanityFair
A A A
JAKARTA - Tiga indeks acuan Wall Street dibuka menguat pada perdagangan Kamis malam (24/3/2022), didorong oleh kinerja sejumlah emiten teknologi berkapitalisasi besar. Rebound ini terjadi setelah koreksi pada sesi sebelumnya, menyusul perhatian pasar terhadap pertemuan Presiden Amerika Serikat Joe Biden dan Pakta Pertahanan Atlantik Utara atau NATO.

Baca juga: Wall Street Hari Ini Dibuka Melemah, Tertekan Lonjakan Harga Migas

Dow Jones Industrial Average (DJI) naik 48,31 poin atau 0,14% di 34.406,81, S&P 500 (SPX) dibuka lebih tinggi sebesar 13,74 poin atau 0,31% di 4.469,98, sedangkan Nasdaq Composite (.IXIC) menguat 78,72 poin atau 0,57%, menjadi 14.001,32.

Tiga emiten teraktif di antaranya AMD turun 0,04%, Apple naik 0,35%, dan NVIDIA menanjak 3,42%. Adapun dua top gainers ditempati oleh Intel 3,96%, Freeport-McMoran 3,49%, sedangkan top losers yakni EPAM Systems yang anjlok 6,24%, dan Etsy Inc turun 3,74%.

"Kenaikan ini merupakan hasil dari buy on weakness dari investor, yang memungkinkan untuk menambah posisi di sejumlah emiten besar seperti Apple,” kata Greg Swenson, mitra pendiri Brigg Macadam, dilansir Reuters, Kamis (24/3/2022).



Pasar ekuitas di Negeri Paman Sam menantikan hasil pertemuan Biden dengan para petinggi NATO dan Uni Eropa terkait kemungkinan sanksi tambahan terhadap Rusia. Politikus Partai Demokrat AS itu telah tiba di Brussels, Belgia yang diperkirakan akan mengumumkan hasil pertemuan pada Kamis (24/3/2022) waktu setempat.

Greg menilai krisis di Eropa Timur masih akan menjadi sentimen penggerak harga sekaligus pembentuk volatilitas pasar. Selain tensi geopolik, kekhawatiran tentang kenaikan suku bunga yang lebih agresif juga terus menjadi perhatian pasar.

Baca juga: Sebelum Tewas, Pria dengan Luka Sayatan di Leher Sempat Buang Sianida

“Ini akan berlanjut selama ada ketegangan geopolitik perang di Ukraina, serta diikuti oleh volatilitas minyak dan gas," pungkasnya.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ekonomi Rusia Menyusut...
Ekonomi Rusia Menyusut tapi Rakyatnya Makin Kaya, Moskow Kebal Sanksi Barat?
AS Jadi Musuh Utama...
AS Jadi Musuh Utama Dolar, Sanksi Trump Mendorong Sisa Dunia Menjauh?
Respons Santai Indonesia...
Respons Santai Indonesia Soal Ancaman Tarif Trump 25% ke Mitra Iran
Bisnis dengan Iran,...
Bisnis dengan Iran, Siap-siap! Bakal Kena Tarif Trump 25%
Pemerintah AS Shutdown,...
Pemerintah AS Shutdown, Wall Street Masih Menguat Dibayangi Pengurangan Suku Bunga The Fed
Trump Desak NATO Hentikan...
Trump Desak NATO Hentikan Impor Minyak Rusia dan Terapkan Tarif Tinggi ke China
Perlombaan Senjata Nuklir...
Perlombaan Senjata Nuklir Baru Telah Tiba, AS dan China Paling Ugal-ugalan
Inggris Makin Tak Berdaya!...
Inggris Makin Tak Berdaya! Seluruh Armada Kapal Selam Serang Tak Bisa Beroperasi
Eropa Memanas! Jet tempur...
Eropa Memanas! Jet tempur Prancis Tembak Jatuh Drone Rusia di Latvia
Rekomendasi
Peringati Hari Laut...
Peringati Hari Laut Sedunia 2026, ASDP Bersihkan Lebih dari 13 Ton Sampah Laut dan Pesisir
Turki Ingin Rebut dan...
Turki Ingin Rebut dan Bebaskan Yerusalem, Israel Beri Respons Sinis
Penampakan Bupati Muara...
Penampakan Bupati Muara Enim Edison Tiba di KPK seusai Terjaring OTT
Berita Terkini
555 Angkatan Pertama...
555 Angkatan Pertama PNS Otorita IKN Resmi Dilantik, Basuki: Bangun Ibu Kota Nusantara Tak Gampang
Diwarnai Penguatan 307...
Diwarnai Penguatan 307 Saham, IHSG Dibuka Berbalik Menghijau ke 5.344
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Turun Lagi Rp10 Ribu per Gram, Saatnya Beli Bunda?
Impor Energidari 41...
Impor Energidari 41 Negara, India Tak Mampu Tolak Minyak Rusia:Kami Cari yang Paling Murah!
Bos IMF Peringatkan...
Bos IMF Peringatkan Dunia Tak Akan Pernah Normal Lagi: Bersiap Hadapi Gelombang Krisis Baru
Borong Penghargaan HR...
Borong Penghargaan HR Asia 2026, Pegadaian Buktikan Diri Jadi Tempat Kerja Terbaik di Asia!
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved