PLN Latih Ibu-ibu Karuwisi Olah Sampah Jadi Produk Bernilai
Sabtu, 26 Maret 2022 - 18:37 WIB
loading...
Ibu-ibu Karuwisi, Kota Makassar mengikuti workshop pengolahan sampah oleh PLN UIW Sulselrabar. Foto: Istimewa
A
A
A
MAKASSAR - Guna membantu mengatasi permasalahan sampah sekaligus meningkatkan ekonomi masyarakat, PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Sulselrabar menggelar Workshop Pengolahan Material Khusus Menjadi Produk Bernilai, diJalan Gelora Massa No 26, RW 08, Karuwisi, Sabtu (26/3/2022).
Bersama Bank Sampah Unit Salimah Karuwisi, workshop dan pengelolaan sampah ini diikuti 50 peserta dari kalangan ibu rumah tangga serta satu pemateri desain, Sugeng Untung. Workshop ini termasuk dalam Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) atau CSR dengan nilai bantuan sebesar Rp40 juta.
Baca juga: Resmikan SPKLU Ultra Fast Charging, Presiden Jokowi Apresiasi Kesiapan PLN Dukung KTT G20
General Manager PLN UIW Sulselrabar, Awaluddin Hafid yang diwakili Senior Manager Keuangan, Komunikasi dan Umum Roesmin mengatakan, workshop ini merupakan bantuan TJSL yang dapat mendorong pengembangan dan pemberdayaan kelompok wanita, sekaligus peningkatan ekonomi masyarakat.
"Bantuan ini menjadi wujud kepedulian PLN , sesuai dengan SDGs/TPB dengan tujuan pembangunan berkelanjutan terkait konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab yang nantinya dapat mendorong pengembangan dan pemberdayaan kelompok wanita, sekaligus peningkatan ekonomi masyarakat," ujar Roesmin.
Roesmin berharap, bantuan ini dapat meningkatan pengetahuan masyarakat bahwa sampah dapat bernilai ekonomis. Selain itu juga dapat meningkatkan pendapatan yayasan sebagai penggerak roda perekonomian dan mengelola lingkungan lokal.
Baca juga: Pencurian Kabel Bawah Tanah Digagalkan Warga Palmerah
Bank Sampah Unit (BSU) Salimah Kariwusi merupakan yayasan yang bergerak di bidang pengelolaan sampah lingkungan, dengan tujuan pengendalian sampah dengan penanganan 3R (reuse, reduce, dan recycle).
Setiap dua pekan, BSU Salimah Kariwusi berhasil mengumpulkan 40 kg sampah anorganik, berupa plastik, botol/kaleng minuman dan kresek, yang kemudian didaur ulang menjadi tempat tisu dan buah, tas belanja (totebag) yang bernilai Rp50 ribu hingga Rp250 ribu per item.
Ketua BSU Salimah Kariwusi, Andi Muhammad Jaffar mengapresiasi upaya PLN dalam mengatasi masalah sampah.
Baca juga: Percepat Transisi ke Energi Bersih, PLN Teken 4 Kerja Sama di Forum ETWG
"Terima kasih kepada PLN , dengan workshop ini menjadi bukti PLN dalam menciptakan lingkungan yang baik, terutama pada permasalahan sampah," ujar Andi Muhammad Jaffar.
Andi Muhammad Jaffar berharap, peserta yang hadir dapat belajar dan mempraktekkan dengan baik ilmu yang didapat sekaligus meningkatkan ekonomi.
Bersama Bank Sampah Unit Salimah Karuwisi, workshop dan pengelolaan sampah ini diikuti 50 peserta dari kalangan ibu rumah tangga serta satu pemateri desain, Sugeng Untung. Workshop ini termasuk dalam Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) atau CSR dengan nilai bantuan sebesar Rp40 juta.
Baca juga: Resmikan SPKLU Ultra Fast Charging, Presiden Jokowi Apresiasi Kesiapan PLN Dukung KTT G20
General Manager PLN UIW Sulselrabar, Awaluddin Hafid yang diwakili Senior Manager Keuangan, Komunikasi dan Umum Roesmin mengatakan, workshop ini merupakan bantuan TJSL yang dapat mendorong pengembangan dan pemberdayaan kelompok wanita, sekaligus peningkatan ekonomi masyarakat.
"Bantuan ini menjadi wujud kepedulian PLN , sesuai dengan SDGs/TPB dengan tujuan pembangunan berkelanjutan terkait konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab yang nantinya dapat mendorong pengembangan dan pemberdayaan kelompok wanita, sekaligus peningkatan ekonomi masyarakat," ujar Roesmin.
Roesmin berharap, bantuan ini dapat meningkatan pengetahuan masyarakat bahwa sampah dapat bernilai ekonomis. Selain itu juga dapat meningkatkan pendapatan yayasan sebagai penggerak roda perekonomian dan mengelola lingkungan lokal.
Baca juga: Pencurian Kabel Bawah Tanah Digagalkan Warga Palmerah
Bank Sampah Unit (BSU) Salimah Kariwusi merupakan yayasan yang bergerak di bidang pengelolaan sampah lingkungan, dengan tujuan pengendalian sampah dengan penanganan 3R (reuse, reduce, dan recycle).
Setiap dua pekan, BSU Salimah Kariwusi berhasil mengumpulkan 40 kg sampah anorganik, berupa plastik, botol/kaleng minuman dan kresek, yang kemudian didaur ulang menjadi tempat tisu dan buah, tas belanja (totebag) yang bernilai Rp50 ribu hingga Rp250 ribu per item.
Ketua BSU Salimah Kariwusi, Andi Muhammad Jaffar mengapresiasi upaya PLN dalam mengatasi masalah sampah.
Baca juga: Percepat Transisi ke Energi Bersih, PLN Teken 4 Kerja Sama di Forum ETWG
"Terima kasih kepada PLN , dengan workshop ini menjadi bukti PLN dalam menciptakan lingkungan yang baik, terutama pada permasalahan sampah," ujar Andi Muhammad Jaffar.
Andi Muhammad Jaffar berharap, peserta yang hadir dapat belajar dan mempraktekkan dengan baik ilmu yang didapat sekaligus meningkatkan ekonomi.
(luq)
Lihat Juga :