alexametrics

Kuroda janji akan habis-habisan atasi deflasi

loading...
Kuroda janji akan habis-habisan atasi deflasi
Gubernur BoJ Haruhiko Kuroda/Foto: Istimewa
A+ A-
Sindonews.com - Gubernur baru Bank Sentral Jepang (Bank of Japan/BoJ) Haruhiko Kuroda berjanji akan melakukan segala upaya dalam mengatasi deflasi sebagai skala utama tugasnya ke depan.

Kuroda, veteran keuangan yang mendukung langkah-langkah pelonggaran agresif kepada Perdana Menteri Shinzo Abe mengatakan, bahwa dirinya akan melakukan yang terbaik guna membantu negara ekonomi terbesar ketiga di dunia itu.

"Kepada Perdana Menteri Abe, saya berkata akan melakukan segala upaya, bersama dengan dua deputi gubernur untuk menarik ekonomi Jepang keluar dari deflasi," tegas Kuroda, setelah bertemu dengan perdana menteri pagi tadi, seperti dilansir Global Post, Kamis (21/3/2013).



Mantan Presiden Bank Pembangunan Asia (ADB), itu akan mencari tanda-tanda dari langkah kebijakan pasar sebelum pertemuan rutin BoJ pada April mendatang.

"Kuncinya adalah apakah dia (Kuroda) akan berbicara tentang penjadwalan pertemuan dewan interim dalam beberapa hari mendatang," ujar Hideyuki Ishiguro, ahli strategi investasi senior dari Okasan Securities, kepada Dow Jones Newswires.

Kuroda adalah kritikus BoJ yang kerap mengatakan, bank sentral terlalu takut dalam pendekatan untuk memacu pertumbuhan ekonomi. Tapi, dia memuji target dua persen inflasi yang bertujuan mengatasi deflasi yang diadopsi bank pada Januari lalu.

Sementara Masaaki Shirakawa, setelah mengundurkan diri dari BoJ mengakui, bahwa dirinya telah gagal membalikkan penurunan harga yang memiliki pengeluaran pribadi berkerut dan investasi perusahaan sejak 1990-an.

Namun dia memperingatkan, bahwa langkah-langkah pelonggaran saja tidak akan cukup mengembalikan kejayaan Jepang, yang menunjuk perlunya deregulasi dan pengurangan utang besar publik Tokyo.
(dmd)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak