alexametrics

Tingkatkan produksi elpiji, ESSA gandeng Enerflex

loading...
Tingkatkan produksi elpiji, ESSA gandeng Enerflex
Ilustrasi
A+ A-
Sindonews.com - PT Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA) melalui anak usahanya PT Panca Asmara Utama (PAU) menandatangani perjanjian kerja sama dengan Enerflex Ltd, perusahaan engineering asal Kanada.

Direktur Eksekutif Surya Esa Perkasa, Chander Vinod Laroya mengatakan bahwa nilai kontrak kerja sama tersebut sebesar USD17 juta. Nantinya, Energlex akan menyediakan jasa perlengkapan teknis pabrik elpiji (LPG/Liquid Petroleum Gas) baru di Palembang, Sumatera Selatan.

"Untuk pengembangan usaha LPG, kami telah menggandeng Energlex untuk penyediaan teknologinya dan perlengkapannya," kata Chander saat paparan publik perseroan di Hotel JW Marriot, Jakarta, Senin (27/5/2013).



Sedangkan total belanja modal (capital expenditure/capex) yang disiapkan perseroan untuk pengembangan pabrik elpiji tersebut mencapai USD21 juta. Seluruh dana berasal dari kas internal perusahaan. Selain untuk engineering, sebesar USD7 juta akan digunakan untuk instalasi peralatan.

"Kita akan memulai pengembangan pabrik tersebut pada akhir tahun ini dan diharapkan selesai pada kuartal III/2014," ujar Chander.

Dengen selesainya pengembangan pabrik elpiji akan menambah kapasitas produksi menjadi 55 persen pada 2014. Saat ini, kapasitas produksi elpiji perseroan sebesar 120 ton per hari atau 36 ribu ton per tahun, namun dengan peningkatan 55 persen akan menjadi 185 ton per hari atau 40 ribu ton per tahun.

"Pemegang saham menyetujui suntikan modal USD80 juta kepada Panca Amara Utama tahun ini dari kas internal, sedangakan total yang harus disuntikan hingga tahun depan menjadi USD131 juta," tambahnya.

Anak usaha PAU, saat ini memasuki tahap final dalam pencapaian financial closure. PAU kata dia, juga telah menyelesaikan negosiasi atas perjanjian jual beli gas (PJBG) dengan pemasok gas. Diharapkan PJBG tersebut dapat terealisasi pada pertengahan tahun ini.

"Hal ini sejalan dengan progress pembangunan PAU yang cepat, perusahaan diminta untuk menyuntikan modal ke dalam PAU sampai dengan USD80 juta pada tahun ini," tandasnya.
(rna)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak