Menguak Ada Apa di Balik Rencana Elon Musk Mencaplok 73 Juta Saham Twitter

Rabu, 06 April 2022 - 10:09 WIB
loading...
A A A
Platform ini tampaknya sesuai dengan kepribadian impulsifnya, tahun lalu Musk sempat bikin heboh usai bertanya kepada followers-nya terkait apakah dirinya harus menjual 10% sahamnya di perusahaan mobil listrik Tesla miliknya. Jajak pendapat itu mendapatkan jawaban 'Ya' dari para pengguna Twitter.

Ini menyebabkan Musk menjual sekitar USD5 miliar saham di perusahaan Tesla pada bulan November. Selain itu beberapa bulan sebelumnya, dia telah menawarkan untuk menandatangani cek sebesar USD6 miliar jika Program Pangan Dunia (WFP) dapat menjelaskan bagaimana hal itu akan digunakan untuk memecahkan kelaparan di seluruh dunia - setelah sebuah pernyataan yang dibuat oleh kepala program PBB.

Tapi tweeting juga membuatnya mendapat masalah. Sebuah postingan tahun 2018 tentang saham Tesla menyebabkan penyelidikan dari Securities and Exchange Commission yang berakhir dengan kesepakatan yang mengharuskan pengacara perusahaan untuk menyetujui tweet tertentu. Tidak jelas apakah itu benar-benar terjadi.

Langkah CEO Tesla, Elon Musk memborong lebih dari 73 juta lembar saham Twitter yang membuat orang terkaya di dunia itu kini resmi memiliki 9,2 persen perusahaan Twitter baru terungkap awal pekan kemarin. Hal ini setelah dokumen filing 13G Komisi Sekuritas dan Bursa AS (Securities and Exchange Commission/SEC) milik Elon Musk dirilis ke publik.

Langkah Musk memborong saham Twitter itu turut membuat harga saham Twitter melonjak hingga 27 persen pada sesi perdagangan Senin (4/4/2022) di bursa New York Stock Exchange (NYSE) AS. Situasi ini bukan hal baru bagi Musk yang kerap disebut sebagai "real influencer".

Kicauan dan tindakan Elon Musk kerap kali memengaruhi kondisi pasar, entah itu membuat saham perusahaan naik/turun, bahkan membuat harga mata uang kripto meroket/anjlok.

Waktu kesepakatan juga telah menimbulkan pertanyaan dan sekali lagi dapat membuat Musk berselisih dengan regulator keuangan. x`Investasinya di Twitter diajukan pada 14 Maret, tetapi tidak diumumkan sampai minggu ini. Undang-undang sekuritas AS mengharuskan pengungkapan dalam waktu 10 hari setelah mengakuisisi 5% dari perusahaan.

Kebebasan Berbicara

Musk menggunakan Twitter tidak hanya sebagai barometer tentang bagaimana ia menjalankan perusahaannya sendiri.

Bulan lalu, setelah dia mengajukan investasinya ke SEC -tetapi sebelum kepemilikan sahamnya diketahui publik- dia bertanya kepada pengguna apakah mereka percaya bahwa kebebasan berbicara sangat penting untuk demokrasi dan apakah Twitter mematuhi prinsip ini.

Asisten profesor Cornell University, Alexandra Cirone berpikir ini adalah bukti bahwa dia (Musk) mungkin menggunakan saham barunya "untuk mencoba mempengaruhi kebijakan Twitter" dan untuk membuat "permainan yang lebih aktif dalam ekosistem media sosial".

Tetapi yang lain melihat adanya masalah. Howard Fischer, mitra di firma hukum Moses&Singer mengatakan, kepada Reuters bahwa mengingat dia sudah membeli saham di Twitter, pertanyaan-pertanyaan ini dapat dilihat sebagai bentuk manipulasi pasar.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Musk Menjadi Orang Pertama...
Musk Menjadi Orang Pertama Sejagat dengan Harta Kekayaan Tembus Rp14.179 Triliun
Danantara Ungkap Kriteria...
Danantara Ungkap Kriteria Saham Incaran, Begini Penjelasannya
Pulihkan Pemadaman Internet...
Pulihkan Pemadaman Internet Iran, Trump Bakal Libatkan Orang Terkaya Dunia
Ketiban Warisan Rp4.969...
Ketiban Warisan Rp4.969 Triliun, Jumlah Miliarder Baru Membengkak
500 Orang Terkaya Dunia...
500 Orang Terkaya Dunia Makin Tajir di 2025, Tumpuk Harta Rp36.000 Triliun dalam Setahun
Kekayaan Elon Musk Cetak...
Kekayaan Elon Musk Cetak Rekor Berkat Valuasi SpaceX, Tembus Rp10.653 Triliun
X Luncurkan Fitur Reaksi...
X Luncurkan Fitur Reaksi Video untuk Pengguna iOS
Ambisi Gila IPO SpaceX:...
Ambisi Gila IPO SpaceX: Kejar Rp1.350 Triliun dalam Semalam
Elon Musk Prediksi AI...
Elon Musk Prediksi AI Akan Membuat Manusia Tak Perlu Bekerja
Rekomendasi
Paula Verhoeven Dicecar...
Paula Verhoeven Dicecar 30 Pertanyaan soal Kasus Hanania Group, Ini Pengakuannya!
Kemenag Gandeng Mitra...
Kemenag Gandeng Mitra Strategis untuk Tingkatkan Kesiapan Kerja Mahasiswa PTKI
Fundamental Solid, Perbanas...
Fundamental Solid, Perbanas Tegaskan Kesiapan Perbankan Dukung Ekonomi RI
Berita Terkini
AirNav Gandeng AdMedika...
AirNav Gandeng AdMedika Permudah Akses Layanan Kesehatan Karyawan
IHSG Ditutup Melemah...
IHSG Ditutup Melemah 0,28% ke Level 5.902 Sore Ini
XLSMART dan Komdigi...
XLSMART dan Komdigi Luncurkan DigiHer, Targetkan Digitalisasi 2,4 Juta Perempuan di 2026
Nasabah MNC Bank Apresiasi...
Nasabah MNC Bank Apresiasi Program Tabungan Dahsyat Berhadiah
MNC Bank Serahkan Hadiah...
MNC Bank Serahkan Hadiah Tabungan Dahsyat Berhadiah ke Nasabah Jakarta, Depok, dan Bogor
Andalkan Segmen Rumah...
Andalkan Segmen Rumah Tapak, HBAT Bukukan Penjualan Rp24,53 Miliar di 2025
Infografis
8 Orang Paling Berbahaya...
8 Orang Paling Berbahaya di Dunia Maya, Elon Musk Salah Satunya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved