Hari ke-10 Ramadhan, Penumpang di Bandara Sultan Hasanuddin Menurun
Selasa, 12 April 2022 - 16:10 WIB
loading...
Suasana di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin. Foto: SINDOnews/Najmi Limonu
A
A
A
MAROS - Memasuki hari ke-10 Ramadhan, pergerakan penumpang pesawat di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin masih bervariasi. Bahkan cenderung mengalami penurunan.
Meski ada penurunan dibandingkan tahun lalu, namun pergerakan dan jumlah penumpang pesawat sudah mulai memadati Bandara Sultan Hasanuddin . Hal itu terlihat dari pantauan, baik di area pemberangkatan maupun kedatangan.
Baca juga:Bandara Sultan Hasanuddin Berlakukan Aturan Baru Penerbangan
CO General Manager Angkasa Pura I Bandara Sultan Hasanuddin , Amiruddin Florensius mengatakan, pergerakan dan jumlah penumpang pesawat tahun ini mengalami penurunan dibanding tahun lalu pada periode yang sama.
"Hingga saat ini, jumlah kedatangan dan pemberangkatan masih bervariasi setiap harinya. Namun untuk hari ini terjadi penurunan jumlah penumpang," ujarnya.
Dia menuturkan, pergerakan penumpang setiap hari sekitar 18 ribu hingga 19 ribu. Namun ada juga beberapa hari hanya sekitar 16 ribu. Sejauh ini kata Amiruddin, penerbangan terbanyak masih didominasi tujuan Jakarta, Surabaya dan Kendari.
Baca juga:Bandara Sultan Hasanuddin Siap Layani Penerbangan Internasional
"Kami memperkirakan peningkatan jumlah penumpang arus mudik itu baru akan terlihat pada 20-23 April, atau sekitar 18 Ramadhan sampai 21 Ramadhan. Di situ biasanya sudah ada yang pulang," terangnya.
Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang saat menjelang mudik lebaran, pihak Angkasa Pura telah melakukan sejumlah persiapan. Amiruddin mengatakan, pihaknya harus mempersiapkan semua fasilitas dan sumber daya manusia untuk mendukung pelayanan pada pengguna jasa bandara.
Sementara itu, salah seorang penumpang pesawat tujuan Kota Kendari, Indri menjelaskan, perjalanannya kali ini dalam rangka mudik lebaran. Meski baru hari 10 Ramadhan, tapi dia memilih mudik lebih awal.
Baca juga:Jumlah Penumpang Pesawat dari Makassar ke Lombok Naik Jelang MotoGP Mandalika
"Sengaja pulang lebih awal. Untuk mengantisipasi aturan surat edaran pemerintah terkait mudik yang masih sering berubah-ubah. Selain itu, juga mumpung harga tiket pesawat belum terlalu mahal, makanya saya memilih pulang sekarang," bebernya panjang lebar.
Sekadar diketahui, saat ini pemerintah pusat tidak lagi mensyaratkan swab PCR dan antigen bagi penumpang pesawat yang telah melakukan vaksin booster .
Meski ada penurunan dibandingkan tahun lalu, namun pergerakan dan jumlah penumpang pesawat sudah mulai memadati Bandara Sultan Hasanuddin . Hal itu terlihat dari pantauan, baik di area pemberangkatan maupun kedatangan.
Baca juga:Bandara Sultan Hasanuddin Berlakukan Aturan Baru Penerbangan
CO General Manager Angkasa Pura I Bandara Sultan Hasanuddin , Amiruddin Florensius mengatakan, pergerakan dan jumlah penumpang pesawat tahun ini mengalami penurunan dibanding tahun lalu pada periode yang sama.
"Hingga saat ini, jumlah kedatangan dan pemberangkatan masih bervariasi setiap harinya. Namun untuk hari ini terjadi penurunan jumlah penumpang," ujarnya.
Dia menuturkan, pergerakan penumpang setiap hari sekitar 18 ribu hingga 19 ribu. Namun ada juga beberapa hari hanya sekitar 16 ribu. Sejauh ini kata Amiruddin, penerbangan terbanyak masih didominasi tujuan Jakarta, Surabaya dan Kendari.
Baca juga:Bandara Sultan Hasanuddin Siap Layani Penerbangan Internasional
"Kami memperkirakan peningkatan jumlah penumpang arus mudik itu baru akan terlihat pada 20-23 April, atau sekitar 18 Ramadhan sampai 21 Ramadhan. Di situ biasanya sudah ada yang pulang," terangnya.
Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang saat menjelang mudik lebaran, pihak Angkasa Pura telah melakukan sejumlah persiapan. Amiruddin mengatakan, pihaknya harus mempersiapkan semua fasilitas dan sumber daya manusia untuk mendukung pelayanan pada pengguna jasa bandara.
Sementara itu, salah seorang penumpang pesawat tujuan Kota Kendari, Indri menjelaskan, perjalanannya kali ini dalam rangka mudik lebaran. Meski baru hari 10 Ramadhan, tapi dia memilih mudik lebih awal.
Baca juga:Jumlah Penumpang Pesawat dari Makassar ke Lombok Naik Jelang MotoGP Mandalika
"Sengaja pulang lebih awal. Untuk mengantisipasi aturan surat edaran pemerintah terkait mudik yang masih sering berubah-ubah. Selain itu, juga mumpung harga tiket pesawat belum terlalu mahal, makanya saya memilih pulang sekarang," bebernya panjang lebar.
Sekadar diketahui, saat ini pemerintah pusat tidak lagi mensyaratkan swab PCR dan antigen bagi penumpang pesawat yang telah melakukan vaksin booster .
(luq)
Lihat Juga :