Secret Service Menyita Aset Kripto Lebih dari Rp1.457 Triliun

Rabu, 20 April 2022 - 07:03 WIB
loading...
Secret Service Menyita...
Secret Service atau Dinas Rahasia Amerika Serikat (AS) menindak transaksi mata uang digital ilegal, dengan menyita lebih dari USD102 juta cryptocurrency atau setara dengan Rp1.457 triliun. Foto/Ilustrasi Reuters
A A A
WASHINGTON - Secret Service atau Dinas Rahasia Amerika Serikat (AS) menindak transaksi mata uang digital ilegal, dengan menyita lebih dari USD102 juta cryptocurrency atau setara dengan Rp1.457 triliun (Kurs Rp14.293 per USD) dari pelaku kriminal sehubungan dengan investigasi terkait penipuan.

Asisten Direktur Investigasi, David Smith mengatakan, agen dan analis secara aktif melacak aliran Bitcoin dan cryptocurrency atau mata uang kripto lainnya di blockchain. Secret Service yang terkenal sebagai pelindung Presiden AS, juga melakukan investigasi keuangan dan kejahatan dunia maya.

“Ketika Anda menginvestigasi dompet mata uang digital, hal itu tidak berbeda dari alamat email yang memiliki beberapa pengidentifikasi yang berkorelasi,” kata Smith dalam sebuah wawancara di kantor pusat agensi.

Baca Juga: IMF Memperingatkan Bahaya Mata Uang Kripto di Pasar Negara Berkembang

“Dan begitu seseorang dan orang lain melakukan transaksi, dan itu masuk ke blockchain, kami memiliki kemampuan untuk mengikuti alamat email atau alamat dompet itu, jika Anda mau, dan melacaknya melalui blockchain," paparnya.

Penyitaan lebih dari USD102 juta dalam mata uang kripto telah terjadi dalam 254 kasus sejak 2015, menurut statistik yang dikumpulkan oleh agensi. Kasus-kasus itu termasuk penyelidikan dengan Polisi Nasional Rumania di mana terdapat 900 korban di seluruh AS.

Skema itu juga melibatkan pemasangan iklan palsu di situs lelang dan penjualan online populer untuk barang-barang mewah, dan pengiriman faktur yang diduga dari perusahaan terkemuka, membuatnya tampak seperti transaksi nyata.

"Para pelaku kemudian terlibat dalam skema pencucian uang di mana dana korban diubah menjadi aset digital," kata Secret Service.

Baca Juga: Perang Rusia Ukraina Adalah Bencana Ekonomi, Bank Dunia Memperingatkan

Kasus lain menargetkan sindikat kejahatan dunia maya Rusia yang menggunakan pertukaran aset kripto untuk mencuci dana serta operasi ransomware yang terkait dengan pelaku kejahatan asal Rusia dan Korea Utara.

“Salah satu hal tentang cryptocurrency adalah ia menggerakkan uang lebih cepat daripada format tradisional,” kata Smith yang menambahkan bahwa kecepatan transaksi itu membuatnya menarik bagi konsumen dan penjahat di Amerika.

“Apa yang ingin dilakukan penjahat adalah membuat air menjadi keruh dan berusaha menutupi aktivitas mereka. Apa yang ingin kami lakukan adalah melacaknya secepat yang kami bisa, seagresif mungkin, secara linier," paparnya.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
Kapitalisasi Tokenisasi...
Kapitalisasi Tokenisasi Aset Tembus USD32,18 Miliar, PINTU Tambah 48 Pilihan Aset
Tokenisasi Aset Pintu...
Tokenisasi Aset Pintu Meroket Capai USD29 Miliar di 2026
Perluas Akses Investasi...
Perluas Akses Investasi Crypto di Indonesia, TRIV Group Gandeng Indomaret
Enam Tahun Perjalanan...
Enam Tahun Perjalanan Pintu Hadirkan Layanan Trading dan Investasi Aset Kripto
Pintu Goes to Campus...
Pintu Goes to Campus Gandeng OJK, & Unpad Perkuat Literasi Keuangan Generasi Muda
Trump Merespons Manifesto...
Trump Merespons Manifesto Tersangka Penembakan: Saya Bukan Pemerkosa, Saya Bukan Pedofil!
Trump: Tersangka Penembakan...
Trump: Tersangka Penembakan Tulis Manifesto Anti-Kristen, Orang Sakit Jiwa
Allen Tulis Manifesto...
Allen Tulis Manifesto sebelum Tembaki Dinner Trump, Isinya Benci Pedofil di Pemerintahan AS
Rekomendasi
Perlombaan Senjata Nuklir...
Perlombaan Senjata Nuklir Baru Telah Tiba, AS dan China Paling Ugal-ugalan
3 Fakta Kepulauan Chagos...
3 Fakta Kepulauan Chagos yang Akan Dibeli AS, Salah Satunya Jadi Kekuatan Militer Amerika-Inggris
Peringati Hari Laut...
Peringati Hari Laut Sedunia 2026, ASDP Bersihkan Lebih dari 13 Ton Sampah Laut dan Pesisir
Berita Terkini
555 Angkatan Pertama...
555 Angkatan Pertama PNS Otorita IKN Resmi Dilantik, Basuki: Bangun Ibu Kota Nusantara Tak Gampang
Diwarnai Penguatan 307...
Diwarnai Penguatan 307 Saham, IHSG Dibuka Berbalik Menghijau ke 5.344
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Turun Lagi Rp10 Ribu per Gram, Saatnya Beli Bunda?
Impor Energidari 41...
Impor Energidari 41 Negara, India Tak Mampu Tolak Minyak Rusia:Kami Cari yang Paling Murah!
Bos IMF Peringatkan...
Bos IMF Peringatkan Dunia Tak Akan Pernah Normal Lagi: Bersiap Hadapi Gelombang Krisis Baru
Borong Penghargaan HR...
Borong Penghargaan HR Asia 2026, Pegadaian Buktikan Diri Jadi Tempat Kerja Terbaik di Asia!
Infografis
APBN Pernah Jebol Nyaris...
APBN Pernah Jebol Nyaris Rp1.000 Triliun, Ini 6 Defisit Terbesar Sepanjang Sejarah Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved