Jika UE Embargo Minyak Rusia, Harga Minyak Bisa ke USD185 per Barel

Kamis, 21 April 2022 - 16:40 WIB
loading...
Jika UE Embargo Minyak Rusia, Harga Minyak Bisa ke USD185 per Barel
JPMorgan memperingatkan bahwa embargo tiba-tiba minyak Rusia oleh UE dapat mendorong harga minyak ke USD185 per barel. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - JPMorgan memberikan peringatan bahwa harga minyak bisa melonjak tinggi jika Uni Eropa (UE) secara tiba-tiba mengembargo minyak mentah Rusia dari pasar energinya. Mengutip RT.com, hal itu terungkap dalam sebuah catatan dari JPMorgan yang dilihat oleh Business Insider.

Menurut bank investasi tersebut, embargo penuh akan mengeluarkan 4 juta barel minyak Rusia per hari dari pasar. Hal itu diperkirakan bakal mendorong harga minyak mentah Brent menjadi USD185 per barel. "Larangan seperti itu tidak akan menyisakan ruang atau pun waktu untuk merutekan ulang (pasokan) minyak ke China, India, atau pembeli pengganti potensial lainnya," ungkap JPMorgan.

Baca Juga: Waspadai Efek Domino Naiknya Harga Minyak Dunia

"Dalam fase penghentian (impor) yang lebih lambat, Rusia akan memiliki lebih banyak waktu untuk menyesuaikan aliran minyaknya ke pembeli lain dan pertumbuhan pasokan global ex-OPEC+ akan memiliki waktu untuk bertambah sehingga cukup untuk mengisi setidaknya kehilangan kontribusi Rusia dalam pasokan minyak global," tambahnya.

Peringatan itu dikeluarkan ketika Uni Eropa mempertimbangkan embargo impor minyak Rusia. Jika larangan Uni Eropa diberlakukan selama periode empat bulan, JPMorgan menilai harga tidak akan naik jauh lebih tinggi dari level saat ini.

Minyak mentah Brent diperdagangkan naik pada hari Rabu, pada USD108,25 per barel. Sementara itu, data menunjukkan bahwa India telah meningkatkan impor minyak Rusia menjadi tiga kali lipat dari tingkat yang dicatat pada tahun 2021.

Menurut Economic Times, perusahaan penyulingan minyak milik negara berencana untuk meningkatkan impor Rusia, mengubah strategi pembelian mereka dari tender ke kesepakatan yang dinegosiasikan untuk mendapatkan diskon yang lebih besar.

China juga telah meningkatkan pembelian karena penjual minyak mentah Rusia telah menawarkan pembeli China fleksibilitas untuk membayar dalam yuan. Kargo pertama dari kelas ESPO yang dibeli dengan mata uang China akan dikirim ke penyulingan independen pada bulan Mei.

Di bagian lain, menurut Reuters Menteri Luar Negeri Jerman Annalena Baerbock telah mengatakan bahwa negara itu akan berhenti mengimpor minyak Rusia pada akhir tahun ini. "Oleh karena itu saya katakan di sini dengan jelas dan tegas, ya, Jerman juga sepenuhnya menghapus impor energi Rusia," kata Baerbock.

Baca Juga: Rusia Sukses Uji Rudal Nuklir Setan II, Begini Reaksi AS

"Kami akan mengurangi separuh minyak pada musim panas dan akan menjadi nol pada akhir tahun, dan kemudian gas akan mengikuti, dalam peta jalan Eropa bersama, karena jalan keluar bersama kami, keluarnya sepenuhnya dari Uni Eropa, adalah kekuatan kita bersama," tambahnya.

Statistik menunjukkan minyak Rusia menyumbang 25% dari impor Jerman pada awal April, turun dari 35% sebelum dimulainya operasi militer Moskow di Ukraina. Penghentian impor gas akan lebih berat bagi Jerman, yang pada kuartal pertama menerima 40% pengiriman dari Rusia.

Beberapa negara Eropa telah menyerukan penghentian total impor energi Rusia. Bulan ini, Uni Eropa menyetujui larangan batubara Rusia, tetapi tidak dapat mencapai kesepakatan tentang embargo minyak dan gas alam. Rusia memasok sekitar 40% gas alam UE dan menyediakan sekitar sepertiga dari kebutuhan minyak blok tersebut.
(fai)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1304 seconds (10.177#12.26)