Strategi Pertamina Antisipasi Lonjakan Kebutuhan BBM-LPG Jelang Lebaran
Kamis, 21 April 2022 - 22:36 WIB
loading...
A
A
A
Manager Supply & Distribution PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Arthika Harahap, menambahkan pelonggaran mudik Lebaran oleh pemerintah pusat setelah masa pandemi covid-19 diprediksi berdampak pada lonjakan arus mudik.
Ia menyebut pihaknya memperkirakan konsumsi Gasoline saat mudik dan libur Lebaran meningkat 3,1% dari hari biasa. Melihat hal ini, Pertamina mempersiapkan layanan tambahan berupa SPBU Kantong (mobil tangki stand by) sebanyak 11 unit, serta SPBU Siaga.
"Kita juga sudah menyiapkan stok di terminal BBM kami ada 16 terminal di regional Sulsel ini 4 terminal LPG untuk mendukung kebutuhan masyarakat,” ungkapnya.
“Kita juga mempersiapkan rute RAE untuk lokasi rawan bencana, jalur wisata, dan jalur utama/logistik. Mensiagakan SPBU di jalur mudik dan lintas provinsi, jalur wisata, dan jalur logistik selama 24 jam,” sambungnya.
Untuk konsumsi Gasoline sejak 11-18 April 2022 mengalami penurunan sebesar -541 KL/day atau -7,28% dari biasanya. Meski begitu, estimasi konsumsi tertiggi masa RAFI 2022 diprediksikan terjadi pada tanggal 30 April dengan volume sebesar 9.312 KL atau naik sebesar 25,4% dibandingkan konsumsi normal (7.426 KL).
Ia menyebut pihaknya memperkirakan konsumsi Gasoline saat mudik dan libur Lebaran meningkat 3,1% dari hari biasa. Melihat hal ini, Pertamina mempersiapkan layanan tambahan berupa SPBU Kantong (mobil tangki stand by) sebanyak 11 unit, serta SPBU Siaga.
"Kita juga sudah menyiapkan stok di terminal BBM kami ada 16 terminal di regional Sulsel ini 4 terminal LPG untuk mendukung kebutuhan masyarakat,” ungkapnya.
“Kita juga mempersiapkan rute RAE untuk lokasi rawan bencana, jalur wisata, dan jalur utama/logistik. Mensiagakan SPBU di jalur mudik dan lintas provinsi, jalur wisata, dan jalur logistik selama 24 jam,” sambungnya.
Untuk konsumsi Gasoline sejak 11-18 April 2022 mengalami penurunan sebesar -541 KL/day atau -7,28% dari biasanya. Meski begitu, estimasi konsumsi tertiggi masa RAFI 2022 diprediksikan terjadi pada tanggal 30 April dengan volume sebesar 9.312 KL atau naik sebesar 25,4% dibandingkan konsumsi normal (7.426 KL).
Lihat Juga :