Hadiah Idulfitri, 300 Rumah Korban Erupsi Gunung Merapi Siap Huni
Senin, 02 Mei 2022 - 11:30 WIB
loading...
Kementerian PUPR melalui Direktorat Jendral Perumahan telah menyelesaikan pembangunan 300 rumah dari target 1.951 unit yang akan diberikan kepada korban erupsi gunung Merapi. Foto/DOK
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jendral Perumahan telah menyelesaikan pembangunan 300 rumah dari target 1.951 unit yang akan diberikan kepada korban erupsi gunung Merapi .
Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Iwan Suprijanto mengatakan, sebagian masyarakat yang saat ini direlokasi karena terdampak erupsi Gunung Semeru beberapa waktu lalu sudah bisa menikmati Hari Raya Idul Fitri bersama keluarganya di rumah atau Huntap tersebut.
"Kami terus mempercepat proses pembangunan di lapangan khususnya, agar Huntap ini bisa segera dihuni dengan berbagai fasilitas pendukungnya," kata Iwan pada keterangan tertulisnya, Minggu (1/5/2022).
Baca Juga: Gunung Merapi Erupsi, Semburkan Awan Panas Setinggi 600 Meter
Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (BP2P) Jawa IV Kementerian PUPR, Sultan Sidik Nasution menjelaskan, progres total untuk pembangunan Huntap hingga saat ini sudah mencapai 89%.
"Dari target pembangunan 1.951 rumah seluruhnya telah tertangani dan 1.825 rumah di antaranya sudah tertutup atap. Sebanyak 444 rumah sudah selesai 100% dan 300 unit di antaranya siap huni oleh masyarakat," sambung Sidik.
![Hadiah Idulfitri, 300 Rumah Korban Erupsi Gunung Merapi Siap Huni]()
Selain itu Sidik menambahkan, juga terdapat 130 unit rumah di antaranya telah diberikan bantuan meubelair lengkap dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). Pada tanggal 27 April 2022 lalu bantuan tersebut diserahkan simbolis oleh Gubernur Jatim kepada masyarakat yang berhak menerima bantuan.
Baca Juga: Kementerian PUPR Optimistis Pembangunan Rumah ASN di IKN Bakal Cepat Kelar
"Huntap ini merupakan bagian dari upaya pemindahan secara bertahap masyarakat terdampak bencana. Kami harap masyarakat bisa merawat Huntap ini dengan baik," pungkas Sidik.
Sebagai informasi huntap ini dibangun dengan tipe 36 di Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro, Lumajang. Pembangunan huntap menggunakan teknologi rumah instan sederhana (RISHA).
RISHA adalah teknologi konstruksi knock down yang dapat dibangun dengan waktu cepat dengan menggunakan bahan beton bertulang pada struktur utamanya. Huntap di Lumajang ini dibangun sebanyak 1.951 unit senilai Rp350,55 miliar dikerjakan oleh PT Brantas Abipraya dan PT Hutama Karya.
Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Iwan Suprijanto mengatakan, sebagian masyarakat yang saat ini direlokasi karena terdampak erupsi Gunung Semeru beberapa waktu lalu sudah bisa menikmati Hari Raya Idul Fitri bersama keluarganya di rumah atau Huntap tersebut.
"Kami terus mempercepat proses pembangunan di lapangan khususnya, agar Huntap ini bisa segera dihuni dengan berbagai fasilitas pendukungnya," kata Iwan pada keterangan tertulisnya, Minggu (1/5/2022).
Baca Juga: Gunung Merapi Erupsi, Semburkan Awan Panas Setinggi 600 Meter
Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (BP2P) Jawa IV Kementerian PUPR, Sultan Sidik Nasution menjelaskan, progres total untuk pembangunan Huntap hingga saat ini sudah mencapai 89%.
"Dari target pembangunan 1.951 rumah seluruhnya telah tertangani dan 1.825 rumah di antaranya sudah tertutup atap. Sebanyak 444 rumah sudah selesai 100% dan 300 unit di antaranya siap huni oleh masyarakat," sambung Sidik.

Selain itu Sidik menambahkan, juga terdapat 130 unit rumah di antaranya telah diberikan bantuan meubelair lengkap dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). Pada tanggal 27 April 2022 lalu bantuan tersebut diserahkan simbolis oleh Gubernur Jatim kepada masyarakat yang berhak menerima bantuan.
Baca Juga: Kementerian PUPR Optimistis Pembangunan Rumah ASN di IKN Bakal Cepat Kelar
"Huntap ini merupakan bagian dari upaya pemindahan secara bertahap masyarakat terdampak bencana. Kami harap masyarakat bisa merawat Huntap ini dengan baik," pungkas Sidik.
Sebagai informasi huntap ini dibangun dengan tipe 36 di Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro, Lumajang. Pembangunan huntap menggunakan teknologi rumah instan sederhana (RISHA).
RISHA adalah teknologi konstruksi knock down yang dapat dibangun dengan waktu cepat dengan menggunakan bahan beton bertulang pada struktur utamanya. Huntap di Lumajang ini dibangun sebanyak 1.951 unit senilai Rp350,55 miliar dikerjakan oleh PT Brantas Abipraya dan PT Hutama Karya.
(akr)
Lihat Juga :