Amankan Stok Pangan Lewat Gerakan Percepatan Olah Tanah dan Tanam

Sabtu, 20 Juni 2020 - 14:56 WIB
loading...
Amankan Stok Pangan...
Provinsi Banten terus giat mewujudkan gerakan Percepatan Olah Tanah dan Tanam (GPOT) yang dicanangkan Kementerian Pertanian. Foto/Dok
A A A
BANTEN - Provinsi Banten terus giat mewujudkan gerakan Percepatan Olah Tanah dan Tanam (GPOT) yang dicanangkan Kementerian Pertanian. Kepala Dinas Pertanian (Distan) Provinsi Banten, Agus M Tauchid memperhitungkan, kekuatan pangan Banten ditentukan di pertanaman Juni-September.

(Baca Juga: SYL Minta Jajaran Kementan Tancap Gas Kawal Ketahanan Pangan )

“Titik tekan kita utamanya ada tiga bulan, Juli- Agustus – September. Pertanaman Juli akan menentukan di bulan September, Agustus akan sangat menentukan di bulan September dan September menentukan di bulan Januari,“ urainya dalam video conference Rapat Koordinasi Evaluasi Percepatan tanam di provinsi Banten.

Menurutnya, jika Banten gagal di tiga bulan ini akan mengancam ketersediaan pangan dibulan yang krusial yakni November, Desember dan Januari. Data Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) provinsi Banten menyebutkan kemarau tahun ini kondisi kemarau basah. Dan ini menjadi peluang bagi dinas kabupaten/kota untuk memanfaatkannya dan mendorong Gerakan Percepatan Olah dan Tanam (GPOT).

“Teman-teman di lapangan saya harapkan tidak kehilangan momentum memanfaatkan Kondisi kemarau basah. Diberbagai kabupaten masih banyak air. Potensi ini agar dimanfaatkan untuk percepatan olah dan tanam, “ ujar Agus.

Dikatakan oleh Agus, sejumlah langkah untuk mendukung GPOT di Banten telah disiapkan diantaranya alokasi ketersediaan benih baik dari APBN maupun APBD dan Cadangan Benih Daerah (CBD). “Kondisi-kondisi pasca bencana, pengembangan varietas diluar APBN, APBD banten sudah menyiapkan melalui CBD,“ jelasnya.

Lebih lanjut Agus juga menambahkan Brigade alsintan di provinsi, kabupaten/kota dan kodim juga menjadi kekuatan yang sangat menentukan. Sedangkan terkait pelaporan Luas Tambah Tanam (LTT) provinsi Banten Agus meminta kadis kabupaten/kota agar meningkatkan peran Kostratani di BPP sebagai simpul koordinasi tingkat kecamatan.

“Kalaupun terjadi penggantian petugas (disisi pelaksana teknis) di tingkat kecamatan saya harap tidak berimbas pada sistim pelaporan sehingga menimbulkan kesan LTT Banten sedikit,” tutur Agus.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Dedi Nursyamsi selaku Penanggungjawab Tim Supervisi dan Pendampingan Program Utama Kementan di Provinsi Banten, mengatakan Provinsi Banten masuk 10 besar penghasil beras di Indonesia.

Oleh karena itu Banten menjadi andalan dan harapan untuk menjaga buffer stock pangan seluruh tanah air. “Pangan di Banten bukan untuk orang Banten saja tepapi juga untuk provinsi lain yang belum mencukupi, yang paling dekat DKI Jakarta,“ terang Dedi.

Dedi menambahkan Kementan terus mendorong gerakan percepatan olah dan tanam (GPOT), untuk itu diharapkan proses olah tanah dan tanam agar dipercepat. “Kalau olah tanah dan tanamnya dipercepat berarti produksinya juga cepat, dengan produksi yang dipercepat berarti ketersediaan pangan juga dipercepat. Itu artinya pangan kita akan aman," tutur Dedi.

Terkait upaya guna tercapainya GPOT ini, Dedi menjelaskan Kementan sudah menunjuk para pendamping di setiap provinsi dengan tugas penguatan data luas tanam, percepatan tanam khususnya padi dan jagung dan pelaksanaan GPOT.

Disamping itu, fokus dari pengawalan sendiri adalah kondisi pertanaman, informasi sumber air, sarana pengairan, sarana olah tanah dan benih, lalu gerakan percepatan olah dan tanam.

Gerakan percepatan olah dan tanam merupakan gerak cepat antisipasi krisis pangan yang digaungkan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL). Gerakan ini digencarkan diberbagai daerah yang menjadi lumbung padi di Indonesia dengan target seluas 5,6 juta hektar.

“Butuh kebersamaan untuk memastikan pertanian bisa berjalan dengan akselerasi cepat. Jika semua bergerak bersama maka bisa dipastikan kondisi pangan kita aman sampai akhir tahun,“ kata Mentan SYL.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
Teknologi Fungisida...
Teknologi Fungisida Baru Syngenta Dukung Target Swasembada Beras
Serap Beras Petani,...
Serap Beras Petani, Kapasitas Gudang Bulog Ditambah hingga 7 Juta Ton
BRI Salurkan KUR Rp65,95...
BRI Salurkan KUR Rp65,95 Triliun, Jangkau 558.000 Petani dan 23.000 Nelayan
Garudafood dan Pemkab...
Garudafood dan Pemkab Sumedang Jalin Kemitraan Strategis Pengembangan Pertanian Kacang Tanah
Tingkatkan Produktivitas,...
Tingkatkan Produktivitas, Syngenta Bekali Petani Hortikultura dengan Buku Pintar
Relawan Tim 8 Prabowo-Gibran:...
Relawan Tim 8 Prabowo-Gibran: Program Perhutanan Sosial Jangkau 2 Juta Keluarga Petani
Polinema Bantu Petani-UMKM...
Polinema Bantu Petani-UMKM Melon Blitar Go Digital dan Hemat Energi
BLFC Mojokerto Jadi...
BLFC Mojokerto Jadi Contoh Kolaborasi Pemberdayaan Ekonomi Petani
Rekomendasi
Nanik S Deyang Merapat...
Nanik S Deyang Merapat ke Istana, Mau Lapor Efisiensi Anggaran MBG
Perjuangan Ayu Ting...
Perjuangan Ayu Ting Ting Demi War Tiket BTS, Sampai Buka Dua HP Bareng Vicky Shu
Jadwal Puasa Muharam...
Jadwal Puasa Muharam 1448 H Tahun 2026, Kapan Puasa Tasu'a dan Asyura Dilaksanakan?
Berita Terkini
Orang Kaya Diminta Lepas...
Orang Kaya Diminta Lepas Dolar, Dasco Sebut Rupiah Menguat Minggu Depan
Menhub Dipanggil Menghadap...
Menhub Dipanggil Menghadap Prabowo di Istana, Ada Apa?
IHSG Ambruk Lagi Sentuh...
IHSG Ambruk Lagi Sentuh Level 5.789 usai Kehilangan 1,91% di Sesi Siang
Dasco Kasih Bocoran...
Dasco Kasih Bocoran Pemerintah Punya Strategi Khusus Atasi Pelemahan Rupiah
Saksikan Sore Ini, IG...
Saksikan Sore Ini, IG Live MNC Sekuritas Bersama Danapathi AM: Di Tengah Ketidakpastian, Uang Harus Ke Mana?
Harga Emas Ambles Rp24...
Harga Emas Ambles Rp24 Ribu Jadi Rp2.689.000 per Gram, Buyback Terjun Bebas Rp92.000
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved