alexametrics

Biaya operasional bengkak, Agis tak bagi dividen

loading...
Biaya operasional bengkak, Agis tak bagi dividen
Ilustrasi/Ist
A+ A-
Sindonews.com - PT Agis Tbk (TMPI) akhirnya mengadakan rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST), setelah sebelumnya sempat tertunda pasalnya RUPST tersebut tidak kuorum karena jumlah pemegang saham yang hadir tidak mencapai 50 persen.

Corporate Secretary Agis, Muhammad Noor Syahrier mengatakan pada agenda RUPST perseroan, menajemen memutuskan untuk tidak memberikan deviden kepada pemegang saham. Pasalnya pada laporan keuangan tahun 2012 lalu, laba bersih perseroan banyak tergerus oleh biaya operasional.

"Laba bersih tahun lalu kami hanya memperoleh sebesar Rp4,34 miliar, jika dibagi untuk deviden kepada 5 miliar lembar saham, jumlahnya tidak seberapa," kata Syahrier usai menghadiri RUPST perseroan di MNC Tower, Senin (15/7/2013).



Selain tidak berencana membagikan deviden, pada agenda RUPST kali ini, perseroan memutuskan untuk menambah salah satu jajaran direksinya. Mayoritas pemegang saham yang hadir sepakat untuk mengangkat Adriano W Pietruschka sebagai direktur tidak teraviliasi.

Sebagai catatan, pada tahun ini Agis menargetkan pertumbuhan pendapatan hingga sebesar 20 persen atau mencapai Rp243,06 miliar dari relisasi revenue sepanjang tahun lalu sebesar Rp202,55 miliar.

Target tersebut tetap melihat kondisi ekonomi Indonesia serta pertumbuhan dari bisnis perseroan yang digeluti saat ini yaitu kegiatan jasa perdagangan umum dan perbaikan elektronik.

Di sepanjang tahun 2012, perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp4,34 miliar atau Rp0,75,- per saham pada tahun 2012. Laba bersih tahun 2012 menunjukan penurunan sebesar 21,71 persen bila dibandingkan dengan laba bersih pada tahun 2011 sebesar Rp5,79 miliar atau Rp1,21,- per saham.

Hal ini disebabkan oleh pendapatan TMPI mengalami penurunan sebesar 0,11 persen atau Rp202,76 miliar tahun 2011 menjadi Rp202,55 miliar pada tahun 2012. Sedangkan beban pokok dan lain-lain TMPI mengalami kenaikan sebesar 1,10 persen atau Rp197,81 miliar tahun 2011 menjadi Rp199,97 miliar pada tahun 2012.
(gpr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak