alexametrics

Sulsel tak akan turunkan target pertumbuhan ekonomi

loading...
Sulsel tak akan turunkan target pertumbuhan ekonomi
ilustrasi/ist
A+ A-
Sindonews.com - Meski terjadi perlambatan ekonomi nasional yang berdampak hinga ke beberapa daerah, namun Pemerintah Sulawesi Selatan, tetap tidak akan menurunkan target pertumbuhan ekonomi daerah.

Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo mengatakan, pihaknya akan menuggu hingga 30 hari kedepan dampak melemahnya rupiah terhadap nilai tukar dunia. Sebab dengan melemahnya rupiah justru harga jual beberapa komoditi dapat terdongkrak naik.

"Kami akan terus memantau untuk menentukan langkah menyikapinya, dampak positif dan negatif melemahnya rupiah. Kemungkinan yang dapat terganggu adalah harga barang impor yang harganya akan meningkat menyesuaikan kondisi ini," Ujar Syahrul, Minggu (25/8/2013).



Untuk itu, dia menjamin akan menyiapakan kebutuhan lokal dan meminta masyarakat bisa menahan diri terhadap kebutuhan barang impor. Selain itu, mempercepat program yang menggunakan dana pemerintah.

Pihaknya juga terus melakukan komunikasi baik itu eksportir, perbankan, pengendalian internal dan regional. Saat ini Sulsel menargetkan pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen.

Target tersebut optimis mampu tercapai mengingat pada triwulan II/2013, pertumbuhan ekonomi Sulsel mencapai 6 persen. Sementara, Pengamat Ekonomi dari Universitas Hasanuddin, Hamid Paddu mengungkapkan dengan situasi perekonomian yang terjadi global dan nasional, seharusnya pemerintah melakukan koreksi terhadap target pertumbuhan ekonomi.

"Meskipun kondisi perekenomian dikatakan menguntungkan karena harga jual ekspor meningkat, namun kondisinya tidak sama dengan beberapa tahun lalu. Sebab daerah tujuan ekspor hasil-hasil komoditi juga mengalami permasalahan. Sehingga mereka tidak bisa menerima 100 persen, paling permintaan juga 70-60 persen," terang Hamid.
(izz)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak